Minggu, 28 Maret 2021

Laporan Akhir Kimia Organik I Percobaan 6 “Reaksi – reaksi Aldehid”

 

Laporan Akhir Kimia Organik I Percobaan 6

“Reaksi – reaksi Aldehid”

 





SINTA MARLIYA

(A1C119002)

REGULER B 2019

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021

 

 

VIII. Data Pengamatan

8.1 Uji Fehlings

Prosedur

Fungsi alat dan bahan

tujuan

hasil

Dimasukkan larutan fehling ke dalam  tabung reaksi sebanyak 1 ml                                                                  

      1. Larutan fehling sebagai larutan penguji

        2.  Tabung reaksi sebagai tempat untuk menampung reaksi

      3.  Larutan sampel sebagai laruta sampel

Untuk menyiapakan larutan penguji yang akan dilakukan

Didapatkan larutan fehling dalam tabung reaksi dengan larutan fehling yang berwarna biru langit

Ditambahkan larutan sampel organik sebanyak 1 ml secara perlahan

 

Agar dapat melihat perubahan warna yang terjadi

Untuk melihat reaksi yang  terjadi

Diamati perubahan warna yang terjadi

 

Untuk dapat melihat perubahan warna yang terjadi pada tabung reaksi tersebut

Larutan berubah menjadi biru tua

Ditambahkan sejumlah sampel organik

 

Untuk dapat melihat  ada atau tidaknya perubahan warna yang terjadi

Warna tetap berwarna biru tua

Dipanaskan dengan gelas kimia yang dibawahnya terdapat kaki tiga dan bunsen

4. Kaki tiga dan busen untuk memanaskan sampel

5. Gelas kimia sebagai tempat meletakkan air

Agar larutan tidak terbakar

Didapatkan larutan yang telah dipanaskan

Diamati perubahan  warna

 

Untuk melihat perubahan warna yang terjadi

Larutan menjadi coklatt kemerahan

 

 

 

 

 

 

8.2 Uji Tollens

Prosedur

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

-          Dimasukkan 1 ml larutan AgNO3 ke dalam tabung reaksi

 

-          Tabung  reaksi :  tempat untuk mereaksikan bahan

-          Pipet tetes : digunakan untuk memindahkan larutan dari suatu wadah ke wadah lain dengan jumlah yang sangat sedikit.

-          AgNO3 , NaOH , dan Amonium Hidroksida  : Bahan pereaksi Tollens

 

Menyiapkan bahan yang berisi Pereaksi Tollens

Endapan yang dihasilkan hilang dan larutan berubah warna menjadi bening

-          Ditambahkan NaOH sebanyak 2 tetes

-          Diamati perubahan warna yang terjadi

 

-          Ditambahkan amonium hidroksida secara perlahan

-          Diguncang tabung  reaksi

-          Diamati perubahan warna yang terjadi

 

-          Ditambahkan larutan sampel organik

 

-          larutan sampel organik :  Digunakan sebagai sampel pada Uji Tollens

Untuk mengamati perubahan sampel pada Uji Coba Tollens

Terbentuk endapan Ag Larutan berwarna bening

-          Dipanaskan

-          Diamati perubahan warna

 

-          Lampu spiritus : Sebagai Pemanas

-          Kaki tiga : Sebagai Penyangga dalam Proses Pemanasan

-          Gelas Kimia : Sebagai wadah untuk pemanasan pada larutan Uji Tollens

Pemanasan dalam reaksi ini bertujuan agar gugus aldehida pada sampel terbongkar ikatannya dan dapat bereaksi dengan ion OH- membentuk asam karboksilat.

Terbentuk endapan Ag, terjadi perubahan warna menjadi perak  Endapan  perak ini menempel pada tabung reaksi yang dan  menjadi cermin perak

 

IX. Pembahasan

            Uji feeling dilakukan dengan memasukkan larutan fehling ke dalam tabung reaksi sebanyak 1 mili kemudian ditambahkan larutan sampel organik sebanyak 1 mili secara perlahan lalu proses ini di amati perubahan warna yang akan terjadi larutan pertama-tama berubah menjadi biru tua lalu ditambahkan sejumlah sampel organik  larutan tetap berwarna biru tua setelah itu proses selanjutnya yaitu pemanasan dengan gelas kimia yang di bawahnya itu menggunakan spiritus hasil didapatkan adalah larutan akan berubah warna dari biru menjadi coklat kemerahan atau merah bata. percobaan ini digunakan untuk menentukan aldehid yang pada umumnya senyawa karbonil adalah reaksi adisi pada ikatan rangkap karbonil dengan pereaksi nukleofil aldehid yang tidak mengandung gugus besar akan bereaksi dengan larutan NaHCo3 pekat atau adisi bisulfit menghasilkan senyawa yang berwujud hablur berwarna putih hasil adisi ini bila bereaksi dengan asam akan menghasilkan kembali senyawa karbonil sehingga reaksi ini kadang-kadang berguna untuk memisahkan senyawa karbonil dan campurannya hasil akhir dari percobaan uji fehling ini ditandai dengan perubahan warna menjadi merah bata hal ini menandakan bahwasanya di dalam senyawa tersebut terdapat gugus aldehid dari percobaan ini praktikan membuktikan bahwasanya sampel organik yang digunakan berubah warna menjadi merah bata artinya sampel tersebut merupakan sampel yang mana didalamnya terdapat gugus aldehid.

            Untuk percobaan yang kedua yaitu percobaan tollens atau biasa disebut dengan uji cermin kaca. Uji ini digunakan untuk mengidentifikasi aldehid pada suatu sampel pereaksi tollens ini biasanya dibuat dengan campuran perak nitrat yang ditambahkan dengan pelarut NaOH yang ditambahkan amonium hidroksida penambahan amonium hidroksida penambahan amonium hidroksida hanya secukupnya supaya kelarutan pengujian ini tidak gagal karena jika menambahkan amonium hidroksida terlalu banyak percobaan ini akan gagal. pada pengujian uji tollens atau cermin kaca ini dihasilkan pada aldehid terjadi reaksi dan terbentuk cermin kaca perak pada tabung reaksi aldehid dioksidasi menjadi anion karboksilat ion ag + dalam reagen tollens direduksi menjadi logam Ag , uji positif ditandai dengan terbentuknya cermin perak pada dinding dalam tabung reaksi reaksi dengan pereaksi tollens mampu mengubah ikatan C pada aldehid menjadi ikatan C – O

            Hasil dari uji tollens ini untuk menentukan adanya gugus aldehid ditandai dengan terbentuknya cermin perak pada dinding tabung reaksi hal ini menandakan pada percobaan ini yang menggunakan sampel organik dihasilkan an8 yang yang berwarna perak endapan perak ini menempel pada tabung reaksi dan menjadi cermin perak Hal ini membuktikan bahwa hanya dalam sampel organik ini terdapat gugus aldehid

 

X. Pertanyaan

1.      1. Apa yang menandakan bahwa senyawa tersebut mengandung aldehid pada Uji Tollens?

2.      2. Senyawa apa yang biasa dipakai pada Uji Tollens?

3.      3. Apa uji fehlings hal apa yang menandakan jika percobaan berhasil?

 

XII. Kesimpulan :

            Adapun Kesimpulan dari Percobaan ini adalah :

1.      Prinsip dari uji Tollens ini adalah digunakan untuk membedakan senyawa aldehid dan keton dalam suatu sampel dengan menambahkan reagen Tollens yaitu AgNO3dimana akan terjadi reaksi reduksi oksidasi. Uji positf ditandai dengan terbentuknya cermin perak pada dinding dalam tabung reaksi.

2.      Prinsip dari uji fehling ini adalah membedakan gugus aldehid dan keton dalam suatu sampel dengan menambahkan reagen Fehling A dan Fehling B.  Hasil uji positif apabila dalam suatu sampel terbentuk endapan merah bata. Keduanya memakai prinsip reduksi dan oksidasi

XII. Daftar Pustaka

Arufiati, Etna. 2012. Pereaksi Tollens.  http://etnarufiati.guru-indonesia.net/artikel_detail-15239.html 2012. 14;02. (diakses pada 9 Juni 2013 pukul 14;02)

Ham, Mulyono. 2006. Kamus Kimia . Jakarta : Bumi Aksara

Hart, Harold. 1990. Kimia Organik. Jakarta : Erlangga.

Oxtoby, 2010, Kimia Organik Dasar, Bandung : UI Press

Petrucci, Ralph. H. 1958. Kimia Dasar Jilid 3. Jakarta : Erlangga

Willbraham, and Michael S. Matta.1992. Kimia Organik dan Hayati. Bandung : ITB

 

Minggu, 21 Maret 2021

Jurnal Praktikum Kimia Organik I Percobaan 6 “Reaksi – reaksi Aldehid

 

Jurnal Praktikum Kimia Organik I Percobaan 6

“Reaksi – reaksi Aldehid”

 





SINTA MARLIYA

(A1C119002)

REGULER B 2019

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021

 

 

Percobaan 5

I.              Judul                 : Reaksi – reaksi Aldehid

II.           Hari/Tanggal    : Senin/ 22 Maret 2021

III.        Tujuan              : Dilakukan percoaan ini bertujuan untuk :

1.    Mengetahui senyawa aldehid dengan menggunakan uji Tollens dan Fehling

2.    Memahami reaksi yang terjadi selama uji Tollens dan Fehling

IV.        Landasan Teori

Suatu senyawa yang berwujud sebuah gugus karbonil dan terikat pada sebuah atau dua buah atom hydrogen disebut dengan Aldehid, nama IUPAC dari aldehid dari alkane yaitu dengan mengganti akhiran “Ana” dengan “Al”, nama umumnya disadasarkan pada nama asam karboksilat dengan ditambahkan akhiran dehida aldehid dinamakan menurut nama asam yang mempunyai jumlah atom sama . Pembuatan Aldehid yaitu dengan cara oksidasi alcohol primer dengan reaksi reduksi klorida asam dan glikol hidroformilasi alkane, salah satu reaksi pembuatan aldehid  aromatic yaitu dengan reaksi Steven. Kebanyakan oksidasi tak dapat dipakai karena akan mengoksidasi aldehid menjadi asam karboksilat, oksidasi kompleks seperti klorrokromat merupakan oksidator yang dapat merubah alcohol primer menjadi alcohol tanpa merubahnya menjadi asam karboksilat (Oxtoby, 2010).

Pada umumnya Aldehid dan keton akan bereaksi dengan berbagai senyawa, aldehid lebih reaktif dari pada keton. Maka dari itu para peneliti seperti kimiawan memanfaatkan kemudahan dari oksidasi aldehid ini dengan mengembangkan beberapa uji untuk mendeteksi gugus fungsi ini seperti Uji Tollens dan Uji Fehlings (Willbraham, 1992).

Ciri ciri utama dari Aldehid dan keton yaitu adanya gugus karbonil. Aldehida memiliki sedikitnya satu atom hidrokarbon yang melekat pada atom karbon karbonil. Gugus sisa dari aldehid brerupa atom hydrogen lain atau gugus organic alifatik atau aromatic. Gugus ─CH═O merupakan ciri dari aldehida biasanya disebut dengan gugus formil. Pada karbon, atom karbon karbonil akan terhubung dengan dua atom karbon lainnya.


Pada tata nama IUPAC, ciri penamaan dari  aldehida ialah dengan akhiran    al (dari suku kata  pertama aldehida. Contoh:

Karena aldehida ini sudah lama dan banyak dikenal, maka umumnya  nama nama dari aldehida ini sering digunakan dan biasanya dicantumkan di bawah nama IUPAC-nya (Ham, 2006)

Aldehida merupakan reduktor kuat, sehingga aldehid ini dapat mereduksi oksidator-oksidator yang lemah. Pereaksi Tollens dan Fehling merupakan contoh oksidator lemah yang merupakan pereaksi khusus untuk Uji mengenali senyawa aldehida. Oksidasi aldehida menghasilkan asam karboksilat

Reduksi (Adisi Hidrogen)

Pada Ikatan rangkap ─C═O dari gugus fungsi aldehida dapat diadisi dengan gas hidrogen dari alkohol primer. Adisi hidrogen ini akan menyebabkan bilangan oksidasi  atom karbon nya turun, oleh karena itu adisi hidrogen ini tergolong reduksi (Petrucci, 1958)

Untuk menguji adanya senyawa Aldehid maka salah satu caranya yaitu dengan Uji Tollen.. Selain dengan menggunakan Uji Tollen untuk membedakan adanya senyawa aldehid dan keton , para peneliti juga mendapatkan cara lain, yaitu dengan menggunakan Uji Fehling dan Uji Benedict. Pada Aldehid ini lebih mudah dioksidasi dibanding dengan keton. Pada prroses Oksidasi aldehid akan menghasilkan asam dengan jumlah atom karbon yang sama ( Hart, 1990).

Pereaksi tollens merupakan suatu oksidator lemah yang biasanya dapat digunakan untuk mengoksidasi gugus aldehid, -CHO menjadi asam karboksilat, -COOH. Uji tollens merrupakan cara yang digunakan untuk mengenali adanya aldehid dalam sampel. Contoh senyawa-senyawa yang sering diuji dengan tollens adalah formalin, asetaldehid, dan glukosa. Uji tollens ini dapat digunakan untuk membedakan senyawa-senyawa yang mengandung gugus karbonil, -CO-. Senyawa karbonil ini dapat berupa aldehid, -CHO jika gugus karbonilnya terletak di ujung (atom C nomor 1), dan dapat berupa keton, -CO- jika gugus karbonil  berada di tengah rantai C, atau paling tidak pada atom C nomor 2. Pada tollens senyawa pengoksidanya terlalu lemah maka dari itu tidak dapat mempresdiksi adanya keton. Pereaksi tollens ini dapat dibuat dari larutan perak nitrat yaitu AgNO3. Mula-mula larutan ini direaksikan dengan basa kuat, NaOH, kemudian endapan coklat dari Ag2O yang terbentuk dilarutkan dengan larutan amonia sehingga membentuk kompleks perak amoniakal, Ag(NH3)2+(aq).

2AgNO3(aq) + 2NaOH(aq) → Ag2O(s) + 2NaNO3(aq) + H2O(l)

Ag2O(s) + 4NH3(aq) + 2NaNO3(aq) + H2O(l) → 2Ag(NH3)2 NO3(aq) + 2NaOH(aq)

            Bermacam macam cara dapat ditempuh untuk membuat pereaksi tollens ,hal  yang terpenting adalah larutan ini harus mengandung perak amoniakal. Larutan kompleks perak  beramoniak inilah yang akan dapat mengoksidasi gugus aldehid menjadi asam yang akan menimbulkan cermin perak pada dinding kaca atau wadah. Oleh sebab itu, larutan perak amoniakal ini sering ditulis secara sederhana sebagai larutan Ag2O. (Arufiati, 2012)

V.           Alat dan Bahan

5.1 Alat

-          Tabung   reaksi

-          Gelas kimia

-          Lampu spiritus

-          Kaki tiga

-          Pipet tetes

5.2 Bahan

-          Kertas pH

-          Larutan sampel organik

-          Larutan fehling

-          Air

-          AgNO3

-          NaOH

-          Amonium Hidroksida

 

VI.        Prosedur Kerja

7.1 Uji Fehlings

-          Dimasukkan larutan fehling ke dalam  tabung reaksi sebanyak 1 ml

-          Ditambahkan  larutan  sampel oragnik sebanyak 1 ml secara perlahan

-          Diamati perubahan warna yang terjadi

-          Ditambahkan sejumlah sampel organik

-          Dipanaskan

-          Diamati perubahan  warna

 

7.2 Uji Tollens

-          Dimasukkan 1 ml larutan AgNO3 ke dalam  tabung  reaksi

-          Ditambahkan  NaOH sebanyak 2 tetes

-          Diamati perubahan warna yang terjadi

-          Ditambahkan amonium  hidroksida secara perlahan

-          Diguncang tabung reaksi

-          Diamati perubahan warna yang terjadi

-          Ditambahkan  larutan  sampel organik

-          Dipanaskan

 

Berikut link video yang berhubungan dengan “Reaksi – reaksi Aldehid”

Link Youtube : https://youtu.be/47Ux-0-9zRc

Pertanyaan :

1.      Senyawa apa saja yang bisa digunakan dalam Mendeteksi Aldehid dalam Uji Tollens maupun Uji Fehlings?

2.      Apa yang menandakan percobaan ini berhasil?

3.      Apa tujuan pemanasan dari percobaan ini?