Jurnal Praktikum Kimia Organik I Percobaan 6 “Reaksi – reaksi Aldehid
Jurnal Praktikum Kimia Organik I Percobaan 6
“Reaksi – reaksi Aldehid”
SINTA MARLIYA
(A1C119002)
REGULER B 2019
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
Percobaan 5
I. Judul : Reaksi – reaksi Aldehid
II. Hari/Tanggal : Senin/ 22 Maret 2021
III. Tujuan : Dilakukan percoaan ini bertujuan untuk :
1. Mengetahui senyawa aldehid dengan menggunakan uji Tollens dan Fehling
2. Memahami reaksi yang terjadi selama uji Tollens dan Fehling
IV. Landasan Teori
Suatu senyawa yang berwujud sebuah gugus karbonil dan terikat pada sebuah atau dua buah atom hydrogen disebut dengan Aldehid, nama IUPAC dari aldehid dari alkane yaitu dengan mengganti akhiran “Ana” dengan “Al”, nama umumnya disadasarkan pada nama asam karboksilat dengan ditambahkan akhiran dehida aldehid dinamakan menurut nama asam yang mempunyai jumlah atom sama . Pembuatan Aldehid yaitu dengan cara oksidasi alcohol primer dengan reaksi reduksi klorida asam dan glikol hidroformilasi alkane, salah satu reaksi pembuatan aldehid aromatic yaitu dengan reaksi Steven. Kebanyakan oksidasi tak dapat dipakai karena akan mengoksidasi aldehid menjadi asam karboksilat, oksidasi kompleks seperti klorrokromat merupakan oksidator yang dapat merubah alcohol primer menjadi alcohol tanpa merubahnya menjadi asam karboksilat (Oxtoby, 2010).
Pada umumnya Aldehid dan keton akan bereaksi dengan berbagai senyawa, aldehid lebih reaktif dari pada keton. Maka dari itu para peneliti seperti kimiawan memanfaatkan kemudahan dari oksidasi aldehid ini dengan mengembangkan beberapa uji untuk mendeteksi gugus fungsi ini seperti Uji Tollens dan Uji Fehlings (Willbraham, 1992).
Ciri ciri utama dari Aldehid dan keton yaitu adanya gugus karbonil. Aldehida memiliki sedikitnya satu atom hidrokarbon yang melekat pada atom karbon karbonil. Gugus sisa dari aldehid brerupa atom hydrogen lain atau gugus organic alifatik atau aromatic. Gugus ─CH═O merupakan ciri dari aldehida biasanya disebut dengan gugus formil. Pada karbon, atom karbon karbonil akan terhubung dengan dua atom karbon lainnya.
Pada tata nama IUPAC, ciri penamaan dari aldehida ialah dengan akhiran – al (dari suku kata pertama aldehida. Contoh:
Karena aldehida ini sudah lama dan banyak dikenal, maka umumnya nama nama dari aldehida ini sering digunakan dan biasanya dicantumkan di bawah nama IUPAC-nya (Ham, 2006)
Aldehida merupakan reduktor kuat, sehingga aldehid ini dapat mereduksi oksidator-oksidator yang lemah. Pereaksi Tollens dan Fehling merupakan contoh oksidator lemah yang merupakan pereaksi khusus untuk Uji mengenali senyawa aldehida. Oksidasi aldehida menghasilkan asam karboksilat
Reduksi (Adisi Hidrogen)
Pada Ikatan rangkap ─C═O dari gugus fungsi aldehida dapat diadisi dengan gas hidrogen dari alkohol primer. Adisi hidrogen ini akan menyebabkan bilangan oksidasi atom karbon nya turun, oleh karena itu adisi hidrogen ini tergolong reduksi (Petrucci, 1958)
Untuk menguji adanya senyawa Aldehid maka salah satu caranya yaitu dengan Uji Tollen.. Selain dengan menggunakan Uji Tollen untuk membedakan adanya senyawa aldehid dan keton , para peneliti juga mendapatkan cara lain, yaitu dengan menggunakan Uji Fehling dan Uji Benedict. Pada Aldehid ini lebih mudah dioksidasi dibanding dengan keton. Pada prroses Oksidasi aldehid akan menghasilkan asam dengan jumlah atom karbon yang sama ( Hart, 1990).
Pereaksi tollens merupakan suatu oksidator lemah yang biasanya dapat digunakan untuk mengoksidasi gugus aldehid, -CHO menjadi asam karboksilat, -COOH. Uji tollens merrupakan cara yang digunakan untuk mengenali adanya aldehid dalam sampel. Contoh senyawa-senyawa yang sering diuji dengan tollens adalah formalin, asetaldehid, dan glukosa. Uji tollens ini dapat digunakan untuk membedakan senyawa-senyawa yang mengandung gugus karbonil, -CO-. Senyawa karbonil ini dapat berupa aldehid, -CHO jika gugus karbonilnya terletak di ujung (atom C nomor 1), dan dapat berupa keton, -CO- jika gugus karbonil berada di tengah rantai C, atau paling tidak pada atom C nomor 2. Pada tollens senyawa pengoksidanya terlalu lemah maka dari itu tidak dapat mempresdiksi adanya keton. Pereaksi tollens ini dapat dibuat dari larutan perak nitrat yaitu AgNO3. Mula-mula larutan ini direaksikan dengan basa kuat, NaOH, kemudian endapan coklat dari Ag2O yang terbentuk dilarutkan dengan larutan amonia sehingga membentuk kompleks perak amoniakal, Ag(NH3)2+(aq).
2AgNO3(aq) + 2NaOH(aq) → Ag2O(s) + 2NaNO3(aq) + H2O(l)
Ag2O(s) + 4NH3(aq) + 2NaNO3(aq) + H2O(l) → 2Ag(NH3)2 NO3(aq) + 2NaOH(aq)
Bermacam macam cara dapat ditempuh untuk membuat pereaksi tollens ,hal yang terpenting adalah larutan ini harus mengandung perak amoniakal. Larutan kompleks perak beramoniak inilah yang akan dapat mengoksidasi gugus aldehid menjadi asam yang akan menimbulkan cermin perak pada dinding kaca atau wadah. Oleh sebab itu, larutan perak amoniakal ini sering ditulis secara sederhana sebagai larutan Ag2O. (Arufiati, 2012)
V. Alat dan Bahan
5.1 Alat
- Tabung reaksi
- Gelas kimia
- Lampu spiritus
- Kaki tiga
- Pipet tetes
5.2 Bahan
- Kertas pH
- Larutan sampel organik
- Larutan fehling
- Air
- AgNO3
- NaOH
- Amonium Hidroksida
VI. Prosedur Kerja
7.1 Uji Fehlings
- Dimasukkan larutan fehling ke dalam tabung reaksi sebanyak 1 ml
- Ditambahkan larutan sampel oragnik sebanyak 1 ml secara perlahan
- Diamati perubahan warna yang terjadi
- Ditambahkan sejumlah sampel organik
- Dipanaskan
- Diamati perubahan warna
7.2 Uji Tollens
- Dimasukkan 1 ml larutan AgNO3 ke dalam tabung reaksi
- Ditambahkan NaOH sebanyak 2 tetes
- Diamati perubahan warna yang terjadi
- Ditambahkan amonium hidroksida secara perlahan
- Diguncang tabung reaksi
- Diamati perubahan warna yang terjadi
- Ditambahkan larutan sampel organik
- Dipanaskan
Berikut link video yang berhubungan dengan “Reaksi – reaksi Aldehid”
Link Youtube : https://youtu.be/47Ux-0-9zRc
Pertanyaan :
1. Senyawa apa saja yang bisa digunakan dalam Mendeteksi Aldehid dalam Uji Tollens maupun Uji Fehlings?
2. Apa yang menandakan percobaan ini berhasil?
3. Apa tujuan pemanasan dari percobaan ini?





3 Komentar:
perkenalkan saya yiyin novela (A1C119062) ingin menjawab pertanyaan no 3. prmanasan pada percobaan ini bertujuan untuk mempercepat reaksi sehingga dapat diamati reaksi yang terjadi, jika tidak dipanaskan maka akan sulit mengamati reaksinya karena suhu disana dingin.
baiklah saya Nurhayati dengnan NIM A1C119077 akan menjawab pertanyaan nomor 2. percobaan ini berhasil dikarenakan telah terjadinya perubahan warna setelah dilakukan perncampuran larutan-larutan yang digunakan pada setiap uji percobaan, dan dimana hasil yang didapatkan sesuai dengan yang semestinya.
Baiklah perkenalkan saya Ike Sonia dengan NIM (A1C119032) akan menjawab pertanyaan nomor 1. Beberapa senyawa yang bisa digunakan dalam Mendeteksi Aldehid dalam Uji Tollens maupun Uji Fehlings adalah formalin, aseton, fruktosa, sukrosa, glukosa
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda