Minggu, 28 Februari 2021

Jurnal Praktikum Kimia Organik I Percobaan 3 “Manipulasi Alat alat Praktikum Kimia Organik

 

Jurnal Praktikum Kimia Organik I Percobaan 3

“Manipulasi Alat alat Praktikum Kimia Organik  Kromatografi”







SINTA MARLIYA

(A1C119002)

REGULER B 2019

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021

 

Percobaan 3

I.                   Judul               : Manipulasi Alat alat Praktikum Kimia Organik Kromatografi Lapis Tipis

II.           Hari/Tanggal    : Senin/ 28 Februari 2021

III.        Tujuan              : Dilakukan percoaan ini bertujuan untuk :

1.         Untuk membandingkan menggunakan alat sederhana pada Kromatografi Lapis Tipis

 

IV.        Landasan Teori

Untuk memberikan cara pemisahan yang paling kuat di laboratorium kimia gagasan sederhana untuk dapat dipahami yaitu dengan menggunakan Metode Kromatografi. Metode ini juga merupakan metode dengan cara yang sederhana bahkan cara yang agak rumit dilihat dari segi kerja dan peralatan yang digunakan, metode ini juga dapat dipakai untuk ssetiap jenis zat atau senyawa. Pemanfaatan metode kromatografi ini sangat leluasa sehingga dapat dipakai secara luas untuk pemisahan analitik maupun preparative. Jenis pemisahan ini tidak ditentukan dari segi ukuran maupun cuplikan yang dipakai, namun lebih kepada keperluan khusus. Mata metode kromatografi analitik ini biasanya sering kali dipakai pada semua cuplikan. Dan biasanya hanya menggunakan fraksi murni pada analitik pada kromatografi.

https://www.dosenpendidikan.co.id/kromatografi/

Kromatografi merupakan suatu metode pemisahan campuran senyawa atau zat yang didasarkan pada perbedaan kecepatan suatu perambatan di dalam medium. Pada kromatografi yang paling sederhana yaitu kromatografi kertas, pada metode ini kertas sebagai medianya akan memisahkan zat zat yang terdapat pada tinta  yang sudah ditotolkan pada kertas. Kromatografi dipisahkan pada dua fase, yaitu fase diam atau biasa disebut fase stasioner dan fase gerak atau biasa disebut fase mobile. Pada fase gerak ini komponen di dalam campuran cenderung akan menahan, sedangkan pada fase gerak komponen tersebut akan melarutkan.

Sewaktu air mulai meresap pada kertas lalu resapan air terseburt mencapai noda tinta , maka nota tinta tersebut akan mulai terpisah menjadi beberapa warna. Hal ini karena sebenarnya hasil dari pencampuran dari beberapa zat warna. Air yang meresap lalu mengalir melalui pori pori kertas akan mendorong pemisahan zat pada noda tinta berdasarkan massa jenisnya. Hal ini mengakibatkan warna noda tinta tampak terpisah dan menjadi beberapa warrna. Peristiwa pemisahan zait cair dengan berdasarkan massa jenisnya inilah yang biasa disebut dengan istilah kromatografi.

https://www.amongguru.com/percobaan-sains-sederhana-pemisahan-warna-tinta-dengan-kromatografi/

Salah satu metode yang tak kalah terkenal yaitu Kromatografi Lapis Tipis atau biasa disingkat dengan KLT. Metode ini merupakan metode pemisahan yang fleksibel dan sering digunakan di laboratorium, teknik analisis dan pengembangan produk karena metode ini memiliki beberapa kelebihan dari metode lainnya. Kelebihan utama dari metode ini dibandingkan dengan metode analisis kromatografi cair yaitu beberapa sampel yan dilakukan pada metode KLT ini dapat dilakukan secara simulkan hanya dengan menggunakan fase gerak yang jumlahnya kecil sehingga akan menghemat waktu serta biaya, tidak hanya itu metode ini juga ramah lingkungan dengan pemisahan yang sangat sedergana serta penggunaan peralatan yang minimal (Wulandari, L., 2011).

Salah satu alat analisis yang bisa dibilang cukup sering digunakan untuk memisahkan dan meneliti sebuah komponen dalam suatu campuran merupakan kromatografi dasar terbaku. Kromatografi kertas yang penggunaannya hanya memerlukan satu jenis fasa diam yaitu selulosa yang bersifat polar.

Pada Krromatografi kertas, polaritasnya dapat diubah dengan cara menginpregnasi atau biasa dikenal dengan istilah pembaceman, yaitu asetilasi, fosforilasi,dan  fomilasi.

Selulosa merupakan Fase diam yang berupa kertas yang banyak mempunyai gugus OH sehingga bersifat polar. Proses pemisahan dapat terjadi jika terjadi absorb atau tanpa air. Namun bila pada proses percobaan terdapat air dan mengguakan pelarut organic sebagai eluen, maka akan terjadi peristiwa partisi pada pemisahannya maka dari itu metode kromatografi kertas ini  dapat digunakan untuk memisahkan senyawa polar dalam suatu zat atau senyawa.

 

http://www.kimia.clas.web.id/2014/12/praktikum-kimia-kromatografi-1_12.html

 

 

V.           Alat dan Bahan

5.1    Alat

-          Kertas Saring

-          Spidol

-          Gelas Kaca

 

5.2         Bahan

-          Air

 

VI.        Prosedur Kerja

1.      Kertas Saring

è Dibuat garis penanda

è Ditotolkan spidol warna biru dan merah pada garis batas yang sudah dibuat

2.      Gelas Kaca

è Dimasukkan air pada gelas sesuai garis pada kertas saring

è Dimasukkan Kertas yang telah ditotolkan spidol warna ke dalam gelas kaca yang telah diberi warna

è Amati proses yang terjadi

3.      Hasil Percobaan

 

VII.          Berikut link video yang berhubungan dengan Manipulasi Alat alat Praktikum Kimia Organik Kromatografi Lapis Tipis :

Link Youtube : https://youtu.be/qRI2FrDHCcU

Pertanyaan :

1.             Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi migrasi analit dalam sistem kromatografi ?

2.              Bagaimana cara menentukan prinsip pemisahan yang digunakan pada suatu kondisi analisis metode KLT (Kromatografi Lapis Tipis)?

3.             Bagaimana pengaruh sifat fisika kimia komponen sampel dalam pemilihan prinsip pemisahan pada KLT (Kromatografi Lapis Tipis)?

Laporan Akhir Praktikum Kimia Organik I Percobaan 2 “Penentuan Kelas Kelarutan”

Laporan Akhir Praktikum Kimia Organik I Percobaan 2

 “Penentuan Kelas Kelarutan”

 




SINTA MARLIYA

(A1C119002)

REGULER B 2019

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021 

VII. Data Pengamatan

No

Prosedur

Fungsi alat dan bahan

Tujuan

Hasil

1.

Dimasukkan 100 gram air ke dalam gelas kimia dan ditimbang menggubakan neraca digital

1.      Gelas kimia berfungsi tempat untuk melarutkan zat.

2.      Neraca digital berfungsi menimbang sampel yang diuji

3.      Air berfungsi sebagai zat pelarut

Untuk mengetahui massa gelas dan air

159 gram

2.

Menambahkan garam ke dalam sedikit demi sedikit sambil di aduk menggunakan batang pengaduk

1.      Garam berfungsi sebagai bahan uji kelarutan ( sebagai zat terlarut)

2.      Batang pengaduk berfungsi sebagai alat untuk pengaduk pada larutan

Agar larutan menjadi Jenuh ( sampai garam yg ditambahkan tidak dapat larut)

Larutan jenuh

3.

Mengukur suhu larutan jenuh dengan termometer

Termometer berfungsi untuk mengukur suhu

Untuk mengetahui suhu larutan jenuh

28°C

4.

Menimbang massa larutan jenuh menggunakan neraca digital

Neraca digital berfungsi menimbang sampel yang diuji

Untuk mengetahui massa larutan jenuh

190,7 gram

 

VIII. Pembahasan

Pada percobaan kelarutan garam dalam air, banyaknya garam yang dapat larut dalam pelarut akan menimbulkan endapan pada dasar gelas, besarnya suatu kelarutan dalam larutan garam nilainya akan berbeda beda  tergantung dari sifat fisis dari garam yang dipakai.

            Jika seandainya garam mempunyai tetapan hasil kali kelarutan yang besar, maka dapat dikatakan bahwa garam tersebut mudah larut. Sebaliknya jika hasil kali kelarutannya kecil maka kelarutan suatu garam juga akan kecil karena garam akan sulit untuk larut dalam suatu pelarut.

Percobaan ini dilakukan untuk membuktikan kelarutan suatu garam di dalam air. Ketika garam dilarutkan dalam air maka ion ion dalam garam akan terdisosiasi. Molekul molekul yang bersifat polar di dalam air akan mengidrasi ion, nah terrjadinya hidrasi ion inilah yang akan menghalangi interaksi tarik menarik antar ion yang muatannya berlawanan. Jika sebagian besar dari suatu ion terhidrasi, maka garam yang terdapat dalam pelarut akan mudah larut

Terdapat 3 kondisi selama percobaan berlangsung, yang pertama adalah kondisi tidak jenuhm artinya kondisi saat konsentrasi nyata suatu garam belum melampaui kelarutannya, sehingga gara di dalam airr pada percobaan ini masih bisa larut, yang kedua adalah kondisi tepat jenuh, yaitu ketika konsentrasi dari suatu garam sama dengan kelarutannya, maka ketika percobaan garam terrsebut mengendap, yang ketiga adalah kondisi lewat jenuh, yaitu kondisi dimana konsentrasi suatu garam melampaui kelarutannya, maka dari itu ketika ditambahkan garam secara terus menerus zat yang mengendap atau garam yang mengendap lebih banyak dari pada yang larut dalam air.

Faktor Faktor yang mempengaruhi cepat lambatnya gula larut dalam air :

1.      Suhu

Pemanasan pelarut dengan suhu yang lebih tinggi dapat mempercepat larutnya zat terlarut

2.      Ukuran zat terlarut

Zat terlarut yang berukuran kecil akan lebih mudah larut dibandingkan dengan zat terlarut yang berukuran besar

3.      Volume pelarut

Volume oelarut yang besar akan lebih mudah melarutkan zat tertelarut

4.      Pengadukan

Pengadukan menyebabkan partikel-partikel antara zat terlarrut dengan pelarut akan semakin sering bertabrakan sehingga proses pelarutan menjadi cepat

 

Pada percobaan tersebut dapat terlihat bahwa, garam yang ada didalam air tersebut tersebut terdapat larutan jenuh yang disebabkan karena tidak mampu-nya lagi air untuk melarutkan garam yang terdapat dialam air. Sehingga untuk mencari kelarutan garam dalam air dapat kita cari dengan:
kelarutan garam dapur dalam air = (massa lar. Jenuh – massa gram air) : 100 gram air
                                             = (190,7 gram – 158,9 gram ) : 100 gram air
                                             = 31,8 gram/100 gram air

 

IX. Pertanyaan

1.      Dari percobaan tersebut apakah garam yang mengendap akan tetap larut dalam air?

2.      Apakah pengadukan berpengaruh dalam proses pelarutan?

3.      Apakah suhu mempengaruhi proses kelarutan garam dalam air?

 

X. Kesimpulan

Adapun Kesimpulan dari percobaan ini adalah :

1.      Kelarutan dari suatu garam adalah banyaknya garam yang dapat larut dalam suatu pelarut sampai garam tersebut tepat akan mengendap. Besarnya kelarutan dari suatu garam nilainya beragam untuk setiap macam garam dan merupakan salah satu sifat fisis dari garam tersebut.

2.      Untuk mencari kelarutan garam dalam air dapat kita cari dengan:
kelarutan garam dapur dalam air = (massa lar. Jenuh – massa gram air) : 100 gram air
        

3.      Jika suatu garam memiliki tetapan hasil kali larutan yang besar, maka dikatakan garam tersebut mudah larut. Sebaliknya jika harga tetapan hasil kali larutan dari suatu garam tertentu sangat kecil, dapat dikatakan bahwa garam tersebut sukar untuk larut.

 

 XI. Daftar Pustaka

Shafirahany, 2017, Kelarutan Kimia (https://www.slideshare.net/shafirahany22/laporan praktikum -kelarutan-kmiaimi diakses pada tanggal 22 Februari 2021)

 

Tim Kimia Organik I, 2021, Penuntun Kimia Organik I,  Jambi : Universitas Jambi

 

Petrucci, Ralph H.. 1987. Kimia Dasar. Jakarta: Erlangga

 

Jumran, 2014 (http:// fisika-atom .blogspot.com /2014 /03 /contoh –laporan –praktikum – hasil kali.html di akses pada tanggal 22 Februari 2021)