Laporan Akhir Praktikum Kimia Organik I Percobaan 2 “Penentuan Kelas Kelarutan”
Laporan Akhir Praktikum Kimia Organik I Percobaan 2
“Penentuan Kelas Kelarutan”
SINTA MARLIYA
(A1C119002)
REGULER B 2019
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
VII. Data Pengamatan
|
No |
Prosedur |
Fungsi alat dan bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
1. |
Dimasukkan 100 gram air ke dalam gelas kimia dan ditimbang menggubakan neraca digital |
1. Gelas kimia berfungsi tempat untuk melarutkan zat. 2. Neraca digital berfungsi menimbang sampel yang diuji 3. Air berfungsi sebagai zat pelarut |
Untuk mengetahui massa gelas dan air |
159 gram |
|
2. |
Menambahkan garam ke dalam sedikit demi sedikit sambil di aduk menggunakan batang pengaduk |
1. Garam berfungsi sebagai bahan uji kelarutan ( sebagai zat terlarut) 2. Batang pengaduk berfungsi sebagai alat untuk pengaduk pada larutan |
Agar larutan menjadi Jenuh ( sampai garam yg ditambahkan tidak dapat larut) |
Larutan jenuh |
|
3. |
Mengukur suhu larutan jenuh dengan termometer |
Termometer berfungsi untuk mengukur suhu |
Untuk mengetahui suhu larutan jenuh |
28°C |
|
4. |
Menimbang massa larutan jenuh menggunakan neraca digital |
Neraca digital berfungsi menimbang sampel yang diuji |
Untuk mengetahui massa larutan jenuh |
190,7 gram |
VIII. Pembahasan
Pada percobaan kelarutan garam dalam air, banyaknya garam yang dapat larut dalam pelarut akan menimbulkan endapan pada dasar gelas, besarnya suatu kelarutan dalam larutan garam nilainya akan berbeda beda tergantung dari sifat fisis dari garam yang dipakai.
Jika seandainya garam mempunyai tetapan hasil kali kelarutan yang besar, maka dapat dikatakan bahwa garam tersebut mudah larut. Sebaliknya jika hasil kali kelarutannya kecil maka kelarutan suatu garam juga akan kecil karena garam akan sulit untuk larut dalam suatu pelarut.
Percobaan ini dilakukan untuk membuktikan kelarutan suatu garam di dalam air. Ketika garam dilarutkan dalam air maka ion ion dalam garam akan terdisosiasi. Molekul molekul yang bersifat polar di dalam air akan mengidrasi ion, nah terrjadinya hidrasi ion inilah yang akan menghalangi interaksi tarik menarik antar ion yang muatannya berlawanan. Jika sebagian besar dari suatu ion terhidrasi, maka garam yang terdapat dalam pelarut akan mudah larut
Terdapat 3 kondisi selama percobaan berlangsung, yang pertama adalah kondisi tidak jenuhm artinya kondisi saat konsentrasi nyata suatu garam belum melampaui kelarutannya, sehingga gara di dalam airr pada percobaan ini masih bisa larut, yang kedua adalah kondisi tepat jenuh, yaitu ketika konsentrasi dari suatu garam sama dengan kelarutannya, maka ketika percobaan garam terrsebut mengendap, yang ketiga adalah kondisi lewat jenuh, yaitu kondisi dimana konsentrasi suatu garam melampaui kelarutannya, maka dari itu ketika ditambahkan garam secara terus menerus zat yang mengendap atau garam yang mengendap lebih banyak dari pada yang larut dalam air.
Faktor Faktor yang mempengaruhi cepat lambatnya gula larut dalam air :
1. Suhu
Pemanasan pelarut dengan suhu yang lebih tinggi dapat mempercepat larutnya zat terlarut
2. Ukuran zat terlarut
Zat terlarut yang berukuran kecil akan lebih mudah larut dibandingkan dengan zat terlarut yang berukuran besar
3. Volume pelarut
Volume oelarut yang besar akan lebih mudah melarutkan zat tertelarut
4. Pengadukan
Pengadukan menyebabkan partikel-partikel antara zat terlarrut dengan pelarut akan semakin sering bertabrakan sehingga proses pelarutan menjadi cepat
Pada
percobaan tersebut dapat terlihat bahwa, garam yang ada didalam air tersebut
tersebut terdapat larutan jenuh yang disebabkan karena tidak mampu-nya lagi air
untuk melarutkan garam yang terdapat dialam air. Sehingga untuk mencari
kelarutan garam dalam air dapat kita cari dengan:
kelarutan garam dapur dalam air = (massa lar. Jenuh – massa gram air) : 100
gram air
= (190,7 gram – 158,9 gram ) : 100 gram air
= 31,8 gram/100 gram air
IX. Pertanyaan
1. Dari percobaan tersebut apakah garam yang mengendap akan tetap larut dalam air?
2. Apakah pengadukan berpengaruh dalam proses pelarutan?
3. Apakah suhu mempengaruhi proses kelarutan garam dalam air?
X. Kesimpulan
Adapun Kesimpulan dari percobaan ini adalah :
1. Kelarutan dari suatu garam adalah banyaknya garam yang dapat larut dalam suatu pelarut sampai garam tersebut tepat akan mengendap. Besarnya kelarutan dari suatu garam nilainya beragam untuk setiap macam garam dan merupakan salah satu sifat fisis dari garam tersebut.
2. Untuk mencari kelarutan
garam dalam air dapat kita cari dengan:
kelarutan garam dapur dalam air = (massa lar. Jenuh – massa gram air) : 100
gram air
3. Jika suatu garam memiliki tetapan hasil kali larutan yang besar, maka dikatakan garam tersebut mudah larut. Sebaliknya jika harga tetapan hasil kali larutan dari suatu garam tertentu sangat kecil, dapat dikatakan bahwa garam tersebut sukar untuk larut.
XI. Daftar Pustaka
Shafirahany, 2017, Kelarutan Kimia (https://www.slideshare.net/shafirahany22/laporan praktikum -kelarutan-kmiaimi diakses pada tanggal 22 Februari 2021)
Tim Kimia Organik I, 2021, Penuntun Kimia Organik I, Jambi : Universitas Jambi
Petrucci, Ralph H.. 1987. Kimia Dasar. Jakarta: Erlangga
Jumran, 2014 (http:// fisika-atom .blogspot.com /2014 /03 /contoh –laporan –praktikum – hasil kali.html di akses pada tanggal 22 Februari 2021)


4 Komentar:
Baiklah perkenalkan saya gadis septyo wulandari dengan nim A1C119026 akan menjawab pertanyaan nomor 2. Pengadukan sangat mempengaruhi pelarutan dikarenakan mempengaruhi kecepatan kinetik yang mana menyebabkan tumbukan semakin sering terjadi sehingga suatu zat yang diaduk saat dilarutkan akan lebih cepat ketimbang tidak ada pengaduk.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
baiklah saya dio al kautsar akan menjawab pertanyaan nomor 3 suhu mempengaruhi proses kelarutan garam dalam air karena suhu air yang panas menyebabkan adanya peningkatan pergerakan molekul yang menyebabkan lebih banyak benturan antarmolekul terjadi. Akibatnya, ikatan antarmolekul lebih mudah ditarik dan pecah, yang menyebabkan gula atau garam menjadi larut
Baiklah, saya Teguh Arizki (A1C119008) akan menjawab permasalah no 1.
Garam yang mengendap tersebut tidak bisa larut lagi dalam air, karena larutan telah menjadi jenuh. Larutan yang jenuh ini telah mencapai batas maksimum zat terlarut(garam).
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda