Minggu, 28 Februari 2021

Laporan Akhir Praktikum Kimia Organik I Percobaan 2 “Penentuan Kelas Kelarutan”

Laporan Akhir Praktikum Kimia Organik I Percobaan 2

 “Penentuan Kelas Kelarutan”

 




SINTA MARLIYA

(A1C119002)

REGULER B 2019

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021 

VII. Data Pengamatan

No

Prosedur

Fungsi alat dan bahan

Tujuan

Hasil

1.

Dimasukkan 100 gram air ke dalam gelas kimia dan ditimbang menggubakan neraca digital

1.      Gelas kimia berfungsi tempat untuk melarutkan zat.

2.      Neraca digital berfungsi menimbang sampel yang diuji

3.      Air berfungsi sebagai zat pelarut

Untuk mengetahui massa gelas dan air

159 gram

2.

Menambahkan garam ke dalam sedikit demi sedikit sambil di aduk menggunakan batang pengaduk

1.      Garam berfungsi sebagai bahan uji kelarutan ( sebagai zat terlarut)

2.      Batang pengaduk berfungsi sebagai alat untuk pengaduk pada larutan

Agar larutan menjadi Jenuh ( sampai garam yg ditambahkan tidak dapat larut)

Larutan jenuh

3.

Mengukur suhu larutan jenuh dengan termometer

Termometer berfungsi untuk mengukur suhu

Untuk mengetahui suhu larutan jenuh

28°C

4.

Menimbang massa larutan jenuh menggunakan neraca digital

Neraca digital berfungsi menimbang sampel yang diuji

Untuk mengetahui massa larutan jenuh

190,7 gram

 

VIII. Pembahasan

Pada percobaan kelarutan garam dalam air, banyaknya garam yang dapat larut dalam pelarut akan menimbulkan endapan pada dasar gelas, besarnya suatu kelarutan dalam larutan garam nilainya akan berbeda beda  tergantung dari sifat fisis dari garam yang dipakai.

            Jika seandainya garam mempunyai tetapan hasil kali kelarutan yang besar, maka dapat dikatakan bahwa garam tersebut mudah larut. Sebaliknya jika hasil kali kelarutannya kecil maka kelarutan suatu garam juga akan kecil karena garam akan sulit untuk larut dalam suatu pelarut.

Percobaan ini dilakukan untuk membuktikan kelarutan suatu garam di dalam air. Ketika garam dilarutkan dalam air maka ion ion dalam garam akan terdisosiasi. Molekul molekul yang bersifat polar di dalam air akan mengidrasi ion, nah terrjadinya hidrasi ion inilah yang akan menghalangi interaksi tarik menarik antar ion yang muatannya berlawanan. Jika sebagian besar dari suatu ion terhidrasi, maka garam yang terdapat dalam pelarut akan mudah larut

Terdapat 3 kondisi selama percobaan berlangsung, yang pertama adalah kondisi tidak jenuhm artinya kondisi saat konsentrasi nyata suatu garam belum melampaui kelarutannya, sehingga gara di dalam airr pada percobaan ini masih bisa larut, yang kedua adalah kondisi tepat jenuh, yaitu ketika konsentrasi dari suatu garam sama dengan kelarutannya, maka ketika percobaan garam terrsebut mengendap, yang ketiga adalah kondisi lewat jenuh, yaitu kondisi dimana konsentrasi suatu garam melampaui kelarutannya, maka dari itu ketika ditambahkan garam secara terus menerus zat yang mengendap atau garam yang mengendap lebih banyak dari pada yang larut dalam air.

Faktor Faktor yang mempengaruhi cepat lambatnya gula larut dalam air :

1.      Suhu

Pemanasan pelarut dengan suhu yang lebih tinggi dapat mempercepat larutnya zat terlarut

2.      Ukuran zat terlarut

Zat terlarut yang berukuran kecil akan lebih mudah larut dibandingkan dengan zat terlarut yang berukuran besar

3.      Volume pelarut

Volume oelarut yang besar akan lebih mudah melarutkan zat tertelarut

4.      Pengadukan

Pengadukan menyebabkan partikel-partikel antara zat terlarrut dengan pelarut akan semakin sering bertabrakan sehingga proses pelarutan menjadi cepat

 

Pada percobaan tersebut dapat terlihat bahwa, garam yang ada didalam air tersebut tersebut terdapat larutan jenuh yang disebabkan karena tidak mampu-nya lagi air untuk melarutkan garam yang terdapat dialam air. Sehingga untuk mencari kelarutan garam dalam air dapat kita cari dengan:
kelarutan garam dapur dalam air = (massa lar. Jenuh – massa gram air) : 100 gram air
                                             = (190,7 gram – 158,9 gram ) : 100 gram air
                                             = 31,8 gram/100 gram air

 

IX. Pertanyaan

1.      Dari percobaan tersebut apakah garam yang mengendap akan tetap larut dalam air?

2.      Apakah pengadukan berpengaruh dalam proses pelarutan?

3.      Apakah suhu mempengaruhi proses kelarutan garam dalam air?

 

X. Kesimpulan

Adapun Kesimpulan dari percobaan ini adalah :

1.      Kelarutan dari suatu garam adalah banyaknya garam yang dapat larut dalam suatu pelarut sampai garam tersebut tepat akan mengendap. Besarnya kelarutan dari suatu garam nilainya beragam untuk setiap macam garam dan merupakan salah satu sifat fisis dari garam tersebut.

2.      Untuk mencari kelarutan garam dalam air dapat kita cari dengan:
kelarutan garam dapur dalam air = (massa lar. Jenuh – massa gram air) : 100 gram air
        

3.      Jika suatu garam memiliki tetapan hasil kali larutan yang besar, maka dikatakan garam tersebut mudah larut. Sebaliknya jika harga tetapan hasil kali larutan dari suatu garam tertentu sangat kecil, dapat dikatakan bahwa garam tersebut sukar untuk larut.

 

 XI. Daftar Pustaka

Shafirahany, 2017, Kelarutan Kimia (https://www.slideshare.net/shafirahany22/laporan praktikum -kelarutan-kmiaimi diakses pada tanggal 22 Februari 2021)

 

Tim Kimia Organik I, 2021, Penuntun Kimia Organik I,  Jambi : Universitas Jambi

 

Petrucci, Ralph H.. 1987. Kimia Dasar. Jakarta: Erlangga

 

Jumran, 2014 (http:// fisika-atom .blogspot.com /2014 /03 /contoh –laporan –praktikum – hasil kali.html di akses pada tanggal 22 Februari 2021)

 

 

4 Komentar:

Pada 28 Februari 2021 pukul 15.31 , Blogger gadisseptyo mengatakan...

Baiklah perkenalkan saya gadis septyo wulandari dengan nim A1C119026 akan menjawab pertanyaan nomor 2. Pengadukan sangat mempengaruhi pelarutan dikarenakan mempengaruhi kecepatan kinetik yang mana menyebabkan tumbukan semakin sering terjadi sehingga suatu zat yang diaduk saat dilarutkan akan lebih cepat ketimbang tidak ada pengaduk.

 
Pada 7 Maret 2021 pukul 19.30 , Blogger Desi Anis Satriani mengatakan...

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

 
Pada 2 Mei 2021 pukul 01.35 , Blogger DIO ALKAUTASAR mengatakan...

baiklah saya dio al kautsar akan menjawab pertanyaan nomor 3 suhu mempengaruhi proses kelarutan garam dalam air karena suhu air yang panas menyebabkan adanya peningkatan pergerakan molekul yang menyebabkan lebih banyak benturan antarmolekul terjadi. Akibatnya, ikatan antarmolekul lebih mudah ditarik dan pecah, yang menyebabkan gula atau garam menjadi larut

 
Pada 2 Mei 2021 pukul 02.03 , Blogger Teguh Arizki mengatakan...

Baiklah, saya Teguh Arizki (A1C119008) akan menjawab permasalah no 1.
Garam yang mengendap tersebut tidak bisa larut lagi dalam air, karena larutan telah menjadi jenuh. Larutan yang jenuh ini telah mencapai batas maksimum zat terlarut(garam).

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda