Minggu, 25 April 2021

Jurnal Praktikum Kimia Organik I Percobaan 10 “Reaksi – reaksi Sikloheksanon”

 

Jurnal Praktikum Kimia Organik I Percobaan 10

“Reaksi – reaksi Sikloheksanon”

 





SINTA MARLIYA

(A1C119002)

REGULER B 2019

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021

 

 

Percobaan 10

I.              Judul                 : Reaksi – reaksi Sikloheksanon

II.           Hari/Tanggal    : Senin/ 26 April 2021

III.        Tujuan              : Dilakukan percoaan ini bertujuan untuk :

1.    Mengidentifikasi  hasil reaksi oksidasi Sikloheksanol menjadi Sikloheksanon

IV.        Landasan Teori

Pada kaitannya dalam reaksi senyawa senyawa organik reaksi redoks ini biasanya dikaitkan dengan mentransfer oksigen dan hidrogen jika pada suatu senyawa yang mengikat oksigen atau melepaskan hidrogen maka senyawa tersebut akan mengalami oksidasi begitupun sebaliknya jika suatu senyawa tersebut mengikat hidrogen atau melepaskan oksigen maka sel tersebut akan mengalami reduksi (Frieda Nurlida 2000)

Dalam peranannya pada alkohol pada alkohol primer atau sekunder dapat dioksidasi oleh asam kromat H2CrO4 atau oleh KMnO4 asam kromat tidak stabil oleh karena itu dibuat bila diperlukan na atau K diplomat dalam asam merupakan suatu oksidator yang kuat jika oksidasi alkohol jauh sangat lebih baik pada saat suasana asam alkohol primer ini dioksidasi dengan menggunakan pereaksi tadi menjadi asam karboksilat  sedangkan alkohol sekunder ketika dioksidasi akan menjadi keton salah satu contohnya krom yang mengalami reduksi dari + 6 menjadi + 4 hal ini tidak stabil maka dari itu kemudian berubah menjadi + 3 (Nurlita & Suja, 2004)

Pada percobaan kali ini membahas tentang sikloheksanon pembuatan sikloheksanon ini merupakan salah satu contoh dari oksidasi alkohol sekunder alisiklik menjadi keton alisiklik dengan menggunakan oksidator kalium dikromat dalam suasana asam

C6H11OH --> C6H10O2 + H2O

Meskipun reaksi oksidasi alkohol dengan Cr(IV) paling banyak digunakan namun dilihat dari segi lingkungannya senyawa Cr(IV)  ini bersifat karsinogen atau bersifat toksik sehingga membahayakan lingkungan, karena menurut penelitian senyawa ini akan membahayakan sistem pernafasan dan produk tereduksinya,  yaitu Cr(III). Cr(III)  juga berbahaya dan beracun bagi lingkungan terutama jika Cr(III)  ini dibuang bebas ke perairan maka dari itu salah satu alternatif yang lebih aman bagi lingkungan adalah dengan menggunakan oksidasi alkohol sekunder menggunakan natrium hipoklorit NaOCl di samping harganya yang murah senyawa ini mudah ditemui di pasaran bebas mekanisme reaksi menggunakan natrium hipoklorit tidak begitu jelas namun bukan merupakan reaksi radikal bebas reaksi ini akan berlangsung lebih cepat dalam suasana asam daripada dalam suasana bahasa molekul klor, Cl2, yang akan bertindak sebagai oksidator dan asam hipoklorit harus ditambahkan dalam reaksi ini pada proses reaksi memungkinkan akan dapat membentuk senyawa antara Ester Akil hipoklorit dan melalui reaksi eliminasi E2 akan menghasilkan keton dan ion klorida yang berlebihan akan dengan mudah dapat dihilangkan dengan cara menambahkan senyawa bisulfit hasil akhir dari produk ini adalah menghasilkan ion klorida yang jauh kurang berbahaya dibandingkan Cr (III) tadi (Fessenden,1982)

Dalam peranannya pada kehidupan sehari-hari alkohol merupakan senyawa yang paling mudah ditemukan dan penting dalam kehidupan, alkohol dapat digunakan sebagai zat pembunuh kuman bahan bakar maupun pelarut di situasi pandemik seperti sekarang alkohol banyak digunakan dalam industri untuk membunuh kuman baik itu di tangan maupun di tempat-tempat yang rentan terhadap kuman dalam laboratorium dan industri alkohol digunakan sebagai pelarut dan reagensia alkohol ini dapat membentuk ikatan hidrogen antara molekul-molekulnya maupun dengan air hal ini akan mengakibatkan titik didih maupun kalor atau alkohol dalam air ini cukup tinggi selain dipengaruhi oleh ikatan hidrogen larutan alkohol juga bisa dipengaruhi oleh panjang pendeknya suatu gugus alkil dan banyaknya suatu cabang serta banyaknya gugus hidroksil yang terikat pada atom karbon (Mudewaran, 2003)

V.           Alat dan Bahan

5.1  Alat

-          Pipet tetes

-          Gelas kimia

-          Gelas Beker

-          Hot plate

-          Statis dan klem

-          Termometer

-          Mangkuk kaca

5.2  Bahan

-            Sikloheksanol

-            Larutan pemutih mengandung natrium hipoklorit

-            Air panas

-            Asam asetat

 

VI.        Prosedur Kerja

1.      Diambil sikloheksanol menggunakan pipet tetes sebanyak seberat 1,5 gram masukan ke gelas kimia yang dimasukan beker

2.      Tambahkan katalis berupa asam asetat sebanyak 0,8 ml

3.      Dicelupkan magnetic stir

4.      gelas kimia diklem pada statif lalu dipanaskan dengan hot plate

5.      5. Masukan 24 ml larutan pemutih yang mengandung natrium hipoklorit ke gelas ukur

6.      Masukan larutan pemutih perlahan sedikit demi sedikit kedalam gelas kimia

7.      Tambahkan lebih banyak larutan pemutih

8.      Untuk memastikan reaksi komplit maka dipanaskan gelas kimia selama 20 menit dalam mangkuk berisi air panas dengan suhu 40-45°C

9.      setelah 20 menit, oksidasi sikloheksanol menjadi sikloheksanon

Berikut link video yang berhubungan dengan “Reaksi – reaksi Sikloheksanon”

Link Youtube : https://youtu.be/OOZewg5zqaM

Pertanyaan :

1.      Pada percobaan reaksi Heksanon uji apa saja yang bisa dilakukan?

2.      Apa saja sifat khas dari Sikloheksanon?

3.      Mengapa pada percobaan tidak diaduk secara manual saja?

 

 

Laporan Akhir Kimia Organik I Percobaan 9 “Reaksi reaksi Fenol”

 

Laporan Akhir Kimia Organik I Percobaan 9

“Reaksi reaksi Fenol”

 





SINTA MARLIYA

(A1C119002)

REGULER  B 2019

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021

 

 

VIII. Data Pengamatan

Prosedur

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

Siapkan tabung reaksi yang dimasukkan dalam rak tabung reaksi

-          Tabung  reaksi :  tempat untuk mereaksikan bahan

 

-          Rak tabung reaksi :  tempat untuk meletakkan tabung reaksi

 

 

-          Pipet tetes : digunakan untuk memindahkan larutan dari suatu wadah ke wadah lain dengan jumlah yang sangat sedikit.

 

-          Larutan fenol : Larutan yang diuji

 

-          Larutan Bromin : Bahan Pereaksi

Sebagai wadah untuk mereaksikan

-

Siapkan larutan fenol dan masukkan larutan tersebut ke tabung reaksi beberapa tetes

 

Untuk menyiapkan larutan yang akan diuji

Larutan masih beerwarna bening dari fenol

Kemudian siapkan larutan bromin dan masukkan kedalam tabung reaksi yang berisi larutan fenol sebelumnya beberapa tetes juga

Untuk menyiapkan larutan sebagai bahan pereaksinya

Warna larutan berubah warna menjadi oren

Goyangkan tabung reaksi supaya larutan tercampur rata

Agar larutan menjadi homogen dan tercampur sehingga bereaksi

Larutan bercampur

Amati perubahan yang terjadi

 

 

Hasil yang terjadi terjadinya endapan berwarna merah bata pada bagian bawah tabung reaksi

 

 

IX. Pembahasan

Suatu senyawa organik yang gugus hidroksilnya atau oh langsung melekat pada karbon cincin benzena biasa disebut dengan fenol. Di mana dalam fenol terdapat activator kuat yang dalam reaksinya mensubstitusikan aromatik elektrofilik yang terletak pada gugus oh karena ikatan karbon SP2 lebih kuat daripada ikatan karbon SP3 maka ikatan c o dalam fenol tidak mudah diputuskan. Karena pembentukan dalam gugus karbonil ini mengakibatkan terjadinya stabilan aromatik maka fenol sendiri tahan terhadap oksidasi pada umumnya fenol ini diberi nama menurut senyawa induknya

Pada percobaan kali ini yaitu percobaan untuk mereaksikan reaksi untuk mereaksikan fenol dengan menggunakan pereaksi larutan bromin hal langkah pertama yang disiapkan yaitu menyiapkan tabung reaksi yang tabung reaksi tersebut akan dimasukkan ke dalam rak tabung reaksi tujuan dari ini adalah untuk menyiapkan wadah ketika mereaksikan lalu menyiapkan larutan fenol dan masukkan larutan tersebut ke tabung reaksi dengan beberapa tetes larutan yang terdapat dalam tabung reaksi masih berwarna bening Hal ini karena larutan tersebut masih murni mengandung fenol kemudian menyiapkan larutan bromin dan masukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi larutan fenol sebelumnya beberapa tetes juga hasil dari masukkan larutan fenol dan larutan bromin ke dalam satu wadah yaitu tabung reaksi menghasilkan warna larutan berubah menjadi warna orange setelah itu goyangkan tabung reaksi yang sudah berisi larutan fenol dan larutan Brom tadi kan atau penggoyangan tabung reaksi ini ditujukan agar larutan menjadi homogen dan tercampur sehingga kedua larutan ini bereaksi setelah itu mengamati perubahan yang terjadi hasil yang terjadi yaitu terbentuknya endapan berwarna merah bata pada bagian bawah tabung reaksi hal ini menandakan terdapat fenol di dalam larutan dengan bahan pereaksi nya yaitu Bromin

X. Pertanyaan

1.      Apa tujuan dilakukan goncangan pada percobaan ini?

2.      Apa ciri khas dari fenol ini?

3.      Apa hasil yang dapat kita amati dari percobaan ini?

 

XII. Kesimpulan :

            Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa :

Larutan Fenol bereaksi dengan Bromin menghasilkan endapan berwarna merah bata pada bagian bawah tabung reaksinya

XII. Daftar Pustaka

Schmidt, Lanny D. 1998. The Engineering of Chemical Reaction. Oxford University Press Inc., New York

Wage, JR, L.G, 1995. Organic Chemistry Third Edition. Prentice-hall Inc., New Jersey

Flach, M. Dan F. Rumawas, eds. 1996. Plant Resources of South-East Asia (PROSEA) No.9: Plants Yielding Non-Seed Carbohydrates. Leyden, Blackhuys

Lavenspiel, Octave. 1972. Chemical Reaction Engineering, 2nd ed. John Wiley and Sons Inc., Kanada