Jurnal Praktikum Kimia Organik I Percobaan 10 “Reaksi – reaksi Sikloheksanon”
Jurnal Praktikum Kimia Organik I Percobaan 10
“Reaksi – reaksi Sikloheksanon”
SINTA MARLIYA
(A1C119002)
REGULER B 2019
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
Percobaan 10
I. Judul : Reaksi – reaksi Sikloheksanon
II. Hari/Tanggal : Senin/ 26 April 2021
III. Tujuan : Dilakukan percoaan ini bertujuan untuk :
1. Mengidentifikasi hasil reaksi oksidasi Sikloheksanol menjadi Sikloheksanon
IV. Landasan Teori
Pada kaitannya dalam reaksi senyawa senyawa organik reaksi redoks ini biasanya dikaitkan dengan mentransfer oksigen dan hidrogen jika pada suatu senyawa yang mengikat oksigen atau melepaskan hidrogen maka senyawa tersebut akan mengalami oksidasi begitupun sebaliknya jika suatu senyawa tersebut mengikat hidrogen atau melepaskan oksigen maka sel tersebut akan mengalami reduksi (Frieda Nurlida 2000)
Dalam peranannya pada alkohol pada alkohol primer atau sekunder dapat dioksidasi oleh asam kromat H2CrO4 atau oleh KMnO4 asam kromat tidak stabil oleh karena itu dibuat bila diperlukan na atau K diplomat dalam asam merupakan suatu oksidator yang kuat jika oksidasi alkohol jauh sangat lebih baik pada saat suasana asam alkohol primer ini dioksidasi dengan menggunakan pereaksi tadi menjadi asam karboksilat sedangkan alkohol sekunder ketika dioksidasi akan menjadi keton salah satu contohnya krom yang mengalami reduksi dari + 6 menjadi + 4 hal ini tidak stabil maka dari itu kemudian berubah menjadi + 3 (Nurlita & Suja, 2004)
Pada percobaan kali ini membahas tentang sikloheksanon pembuatan sikloheksanon ini merupakan salah satu contoh dari oksidasi alkohol sekunder alisiklik menjadi keton alisiklik dengan menggunakan oksidator kalium dikromat dalam suasana asam
C6H11OH --> C6H10O2 + H2O
Meskipun reaksi oksidasi alkohol dengan Cr(IV) paling banyak digunakan namun dilihat dari segi lingkungannya senyawa Cr(IV) ini bersifat karsinogen atau bersifat toksik sehingga membahayakan lingkungan, karena menurut penelitian senyawa ini akan membahayakan sistem pernafasan dan produk tereduksinya, yaitu Cr(III). Cr(III) juga berbahaya dan beracun bagi lingkungan terutama jika Cr(III) ini dibuang bebas ke perairan maka dari itu salah satu alternatif yang lebih aman bagi lingkungan adalah dengan menggunakan oksidasi alkohol sekunder menggunakan natrium hipoklorit NaOCl di samping harganya yang murah senyawa ini mudah ditemui di pasaran bebas mekanisme reaksi menggunakan natrium hipoklorit tidak begitu jelas namun bukan merupakan reaksi radikal bebas reaksi ini akan berlangsung lebih cepat dalam suasana asam daripada dalam suasana bahasa molekul klor, Cl2, yang akan bertindak sebagai oksidator dan asam hipoklorit harus ditambahkan dalam reaksi ini pada proses reaksi memungkinkan akan dapat membentuk senyawa antara Ester Akil hipoklorit dan melalui reaksi eliminasi E2 akan menghasilkan keton dan ion klorida yang berlebihan akan dengan mudah dapat dihilangkan dengan cara menambahkan senyawa bisulfit hasil akhir dari produk ini adalah menghasilkan ion klorida yang jauh kurang berbahaya dibandingkan Cr (III) tadi (Fessenden,1982)
Dalam peranannya pada kehidupan sehari-hari alkohol merupakan senyawa yang paling mudah ditemukan dan penting dalam kehidupan, alkohol dapat digunakan sebagai zat pembunuh kuman bahan bakar maupun pelarut di situasi pandemik seperti sekarang alkohol banyak digunakan dalam industri untuk membunuh kuman baik itu di tangan maupun di tempat-tempat yang rentan terhadap kuman dalam laboratorium dan industri alkohol digunakan sebagai pelarut dan reagensia alkohol ini dapat membentuk ikatan hidrogen antara molekul-molekulnya maupun dengan air hal ini akan mengakibatkan titik didih maupun kalor atau alkohol dalam air ini cukup tinggi selain dipengaruhi oleh ikatan hidrogen larutan alkohol juga bisa dipengaruhi oleh panjang pendeknya suatu gugus alkil dan banyaknya suatu cabang serta banyaknya gugus hidroksil yang terikat pada atom karbon (Mudewaran, 2003)
V. Alat dan Bahan
5.1 Alat
- Pipet tetes
- Gelas kimia
- Gelas Beker
- Hot plate
- Statis dan klem
- Termometer
- Mangkuk kaca
5.2 Bahan
- Sikloheksanol
- Larutan pemutih mengandung natrium hipoklorit
- Air panas
- Asam asetat
VI. Prosedur Kerja
1. Diambil sikloheksanol menggunakan pipet tetes sebanyak seberat 1,5 gram masukan ke gelas kimia yang dimasukan beker
2. Tambahkan katalis berupa asam asetat sebanyak 0,8 ml
3. Dicelupkan magnetic stir
4. gelas kimia diklem pada statif lalu dipanaskan dengan hot plate
5. 5. Masukan 24 ml larutan pemutih yang mengandung natrium hipoklorit ke gelas ukur
6. Masukan larutan pemutih perlahan sedikit demi sedikit kedalam gelas kimia
7. Tambahkan lebih banyak larutan pemutih
8. Untuk memastikan reaksi komplit maka dipanaskan gelas kimia selama 20 menit dalam mangkuk berisi air panas dengan suhu 40-45°C
9. setelah 20 menit, oksidasi sikloheksanol menjadi sikloheksanon
Berikut link video yang berhubungan dengan “Reaksi – reaksi Sikloheksanon”
Link Youtube : https://youtu.be/OOZewg5zqaM
Pertanyaan :
1. Pada percobaan reaksi Heksanon uji apa saja yang bisa dilakukan?
2. Apa saja sifat khas dari Sikloheksanon?
3. Mengapa pada percobaan tidak diaduk secara manual saja?


3 Komentar:
Baiklah perkenalkan saya Desri Indah Rahmadona akan menjawab pertanyaan no 3 yaitu kenapa tidak diaduk secara manual itu dikarenakan jika menggunakan secara manual belum tentu larutan didalam labu itu tercampur semua secara homogen dan juga jika menggunakan spin itu lebih efektif dan efisien dalam pratikum ini
Baiklah saya Nurhayati dengan NIM A1C119077 akan menjawab pertanyaan nomor 2. Sikloheksanon memiliki sifat khas yaitu sikloheksanon merupakan senyawa organik yang berupa cairan berminyak dan memiliki semburat kuning Untuk cahaya dan berbau menyengat.
baiklah saya Marwina Apriyanti (A1C119017) Izin menjawab pertanyaan nomor 1. pada sikloheknon dapat digunakan uji asam kromat dan juga uji idioform.
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda