Laporan Akhir Kimia Organik I Percobaan 11 “Kromatografi Lapis Tipis”
Laporan Akhir Kimia Organik I Percobaan 11
“Kromatografi Lapis Tipis”
SINTA MARLIYA
(A1C119002)
REGULER B 2019
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
VIII. Data Pengamatan
|
Prosedur |
Fungsi Alat dan Bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
Dilakukan penjenuhan pelarut untuk fase gerak yang ditempatkan dalam bejana KLT. Yaitu, fase gerak : n-Heksan : etil asetat (1:1) dan fase gerak : etanol 96% : etil asetat (1:1)
|
Fraksi n-heksan : sampel
Fraksi etil asetat : sampel
Fraksi air : sampel
Plat KLT GF254 : Alat Kromatografi Lapis Tipis (KLT)
Pipa kapiler : Sebagai alat untuk menurunkan tekanan, merubah bentuk dari gas menjadi bentuk cairan, dan mengatur cairan
Etanol 96% : fase gerak
N-Heksan : fase garak
Etil asetat : fase gerak
Bejan KLT : Alat untuk melakukan proses kromatografi
Lampu UV 254 : Untuk pengamatan pada lempeng
Gelas piala : sebagai wadah pereaksi sampel
Lampu spirtus : Sebagai Pemanas
|
Penyiapan alat dan bahan untuk proses percobaan |
- |
|
Siapkan plat KLT dengan ukuran 1x8 cm, ujung bawah dan ujung atas diberi garis batas dengan panjang 0,5 cm
|
|||
|
Beri tanda nama fraksi yang akan digunakan dibelakang plat KLT
|
Sebagai Penanda Pada Percobaan yang akan dilakukan |
- |
|
|
Siapkan pipa kapiler berdiameter keci, kemudian bilas menggunakan etanol 96%
|
Agar bersih dan streril dari sisa sisa senyawa lain |
Pipa kapiler menjadi bersih dan steril |
|
|
1. Masukkan pipa kapiler ketempat sampel, biarkan sampel tertarik di dalam pipa
|
- |
- |
|
|
2. Totol sampel sebanyak 3 kali ditengah plat KLT bagian bawah, tepat digaris tanda
|
Penotolan sampai 3 kali bertujuan agar hasil atau bekas yang didapat terlihat jelas |
Terdapat Noda di plat KLT |
|
|
3. Masukkan plat KLT yang sudah diberi sampel menggunakan pinset dengan posisi horizontal dan pastikan plat KLT berdiri tegak
|
|
Agar sampel fase gerak dapat berjalan atau merambat pada plat KLT yang telah disiapkan |
- |
|
4. Masukkan seluruh plat KLT yang sudah diberi sampel (3 sampel) kedalam masing-masing bejana KLT yang berisi fase gerak yang telah dijenuhkan 5. |
Untuk menentukan nilai Rf pada masing masing fase gerak |
- |
|
|
6. Diamkan KLT hingga fase gerak bergerak maju menuju tanda batas atas, kemudian keluarkan plat KLT dan biarkan kering 7. |
Agar fase bergerak sehingga dapat menghitung nilai Rf dari batas yang sudah dibuat |
· Pada KLT dengan fase gerak n-Heksan : Etil asetat (1:1) tidak terjadi pemisahan/bercak noda tidak ada dibawah sinar tampak · Pada KLT dengan fase gerak Etanol 96% : Etil asetat (1:1) terjadi pemisahan / adanya bercak noda pada fraksi n-heksan yang diamati dibawah sinar tampak
|
|
|
8. Amati hasil KLT dibawah lampu UV 254 9. |
Agar mempermudah pengamatan dan mendapatkan hasil yang optimal |
· Pada KLT dengan fase gerak n-Heksan : Etil asetat (1:1) tidak terjadi pemisahan / bercak noda tidak ada dibawah sinar tampak · Pada KLT dengan fase gerak n-Heksan : Etil asetat (1:1) tidak terjadi pemisahan / bercak noda tidak ada dibawah sinar UV
|
|
|
Lingkari bercak noda menggunakan pensil kayu untuk memperjelas posisi bercak noda
|
Untuk mempermudah dalam perhitungan |
- |
|
|
Setelah didapat jarak bercak noda, maka nilai Rf dihitung menggunakan rumus
|
|
Untuk menentukan Nilai Rf nya |
Nilai Rf = 0,78
|
IX. Pembahasan
Suatu proses pemisahan di mana terdapat analit analisi di dalam sampel yang mana analitik analitik ini akan terdistribusi diantara dua fase yaitu fase diam dan fase gerak merupakan suatu proses yang dinamakan kromatografi dalam kromatografi terdapat fase diam di mana pada fase ini terdapat bahan padat dalam bentuk molekul kecil atau biasa juga dalam bentuk cairan yang mana dilapiskan pada pendukung atau dilapiskan pada dinding kolom sedangkan dalam fase gerak fase gerak ini dapat berupa gas atau biasa disebut kromatografi gas serta kromatografi cairan yang biasa digunakan pada kromatografi lapis tipis.
Pada percobaan ini dilakukan untuk dengan kromatografi lapis tipis percobaan ini dilakukan dengan menjenuhkan pelarut untuk fase yang gerak yang ditempatkan Dalam bejana klt yaitu fase geraknya adalah n-heksana banding etil asetat 1 banding 1 dan fase geraknya adalah etanol 96% banding etil asetat 1 banding 1 lalu disiapkan plat klt dengan ukuran 1 * 8 di mana ujung bawah dan ujung atas diberi penanda garis batas dengan panjang 0,5 cm lalu diberi tanda nama fraksi yang akan digunakan di belakang plat klt siapkan pipa kapiler yang berdiameter kecil kemudian bilas menggunakan etanol 96% pembilasan menggunakan etanol ditujukan agar pipa kapiler Menjadi bersih dan steril dari senyawa-senyawa lain setelah itu dimasukkan pipa kapiler ke tempat sampel dan biarkan saya tertarik di dalam pipa total sampel sebanyak 3 kali di tengah pelat klt bagian bawah tepat di garis tanda penonton sampai tiga Kali bertujuan agar hasil atau bekas yang di dapat terlihat jelas setelah itu masukkan plat klt yang sudah diberi sampel ini menggunakan pinset dengan posisi horizontal dan pastikan plat klt ini berdiri tegak hal ini ditujukan agar sampel fase gerak dapat berjalan atau merambat pada plat klt yang telah disiapkan kemudian dimasukkan seluruh plat klt yang sudah diberi sampel ke Dalam masing-masing bejana klt yang diberi fase gerak yang telah dijenuhkan lalu diamkan klt hingga fase bergerak maju menuju tanda batas atas kemudian keluarkan plat klt dan biarkan kering pada plat klt dengan fase geraknya n-heksana dan etil tidak terjadi pemisahan atau bercak noda yang tidak ada di bawah sinar tampak lalu pada klt dengan fase gerak etanol 96% dan s asetat terjadi pemisahan adanya bercak noda pada fraksi n-heksana yang diamati dibawah sinar tampak setelah itu amati hasil klt di bawah lampu UV 254 pada klt dengan fase gerakan heksana dan etil asetat tidak terjadi pemisahan atau bercak noda yang ada di bawah sinar tampak lalu pada plat klt dengan n-heksana dan etil asetat tidak terjadi pemisahan bercak noda atau tidak ada di bawah sinar UV kemudian lingkari bercak noda menggunakan pensil kayu untuk memperjelas posisi bercak noda nya saya dapatkan jarak bercak noda maka nilai RF dihitung menggunakan rumus di mana rumusnya adalah Rf = jarak yang ditempuh solut / jarak yang ditempuh eluen. Sampai tanda batas salah itu didapatkan nilai RF nya yaitu 0,78.
X. Pertanyaan
1. Dalam kehidupan sehari-hari biasanya kromatografi lapis tipis ini digunakan untuk apa?
2. Ap tujuan digunakan lampu UV?
3. Bagaimana cara mengitung nilai Rf?
1
XI. Kesimpulan :
Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa nilai Rf sampel senyawa hasil isolasi pada plat KLT adalah 0,78. Serta dapat disimpulkan bahwa tingkat kemurnian sampel sangat rendah atau terjadi pemisahan tidak sempurna
XII. Daftar Pustaka
Rohman, Abdul dan Ibnu Gholib G. 2006. Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sherma J, Fried B. 2005. Thin layer chromatographic analysis of biological sampel. Journal of Liquid Chromatography & Related Technologies. 28: 2297-2314.
Wulandari, Lestyo. 2011. Kromatografi Lapis Tipis. Jember: PT. Taman Kampus
Presindo.


4 Komentar:
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Baiklah perkenalkan saya Ike Sonia (A1C119032) akan menjawab pertanyaan nomor 3. Nilai Rf dapat dihitung dengan menggunakan rumus di mana rumusnya adalah Rf = jarak yang ditempuh solut / jarak yang ditempuh eluen.
Saya Novia Rahmadhani dengan nim A1C119023 izin menjawab pertanyaan nomor 2. Tujuan digunakannya lampu uv adalah untuk memeriksa bercak noda yang terdapat pada lempeng klt yang tidak nampak apabila dilihat secara langsung. Oleh karena itu digunakanlah lampu uv ini
Saya Ahmad Rivaldi (047) akan menjawab pertanyaan no 1. Manfaat kromatografi lapis tipis dalam berbagai aplikasi, diantaranya yaitu:
Pengujian kualitatif Berbagai obat seperti sedatif, anestesi lokal, obat penenang antikonvulsan, analgesik, antihistamin, steroid, hipnotik dilakukan dengan KLT.KLT sangat berguna dalam analisis biokimia seperti pemisahan atau isolasi metabolit biokimia dari plasma darah, urin, cairan tubuh, serum, dan lain-lain.Kromatografi lapis tipis dapat digunakan untuk mengidentifikasi produk alami seperti minyak esensial atau minyak atsiri, minyak tetap, glikosida, lilin, alkaloid, dan lain-lain.Kromatografi lapis tipis banyak digunakan dalam memisahkan formulasi farmasi multikomponen.Kromatografi lapis tipis digunakan untuk memurnikan sampel apa pun dan perbandingan langsung dilakukan antara sampel dan sampel asliKromatografi lapis tipis digunakan dalam industri makanan, untuk memisahkan dan mengidentifikasi warna, zat pemanis, dan pengawetKromatografi lapis tipis digunakan dalam industri kosmetik.Kromatografi lapis tipis digunakan untuk mempelajari apakah suatu reaksi pengendapan selesai.
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda