Selasa, 18 Mei 2021

Laporan Akhir Kimia Organik I Percobaan 13 “Metode Eksraksi pada Senyawa Organik”

 

Laporan Akhir Kimia Organik I Percobaan 13

“Metode Eksraksi pada Senyawa Organik”

 





SINTA MARLIYA

(A1C119002)

REGULER  B 2019

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021

 

 

VIII. Data Pengamatan

NO

Perlakuan

Fungsi alat dan bahan

Tujuan

Hasil

1

Ukuran bahan diperkecil terlebih dahulu

 

Maserator

:maserator berfungsi sebagai tempat untuk melakan maserasi

Erlenmeyer:berfungsi sebagai tempat hasil ektrasi dari metode maserasi

 

Untuk mempermudah pada saat melakuakan ekstrasi

 

2

Simplisia ditimbang sebanyak 100 gram

 

Di timbang guna menghitung jumlah atau massa dari simplisia

 

3

Masukkan kedalam maserator

 

Bertujuan untuk dilakukan ekstrasi pada tahap selanjutnya

 

4

Masukkan 1000 ml pelarut (etanol) kedalam maserator

 

Untuk ekstarsi simpliasia menggunakan pelarut menggunakan etanol

 

5

Diaduk hingga homogen

 

 Neraca:untuk mengukur massa dari simpliasia

Gelas ukur:untuk mengukur volume dari pelarut

 

Supaya simplesia dan pelarut dapat tercampur merata

 

6

Maserator ditutup, diamkan selama 24 jam dan aduk sesekali

Untuk mendapatkan hasil ektrasi melalui metode maserasi

 

7

Setelah 24 jam lalu disaring

 

Guna untuk memisahkan simplesia dengan hasil maserasi apa bila terdapat kotoran yang terikut

Didapatkan hasil ektraksi melalui metode maserasi yang pertama

Maserasi ke 2

8

Masukkan pelarut   baru sebanyak 1000 ml

 Pengaduk :sabagai pegaduk untuk mencampurkan pelarut dengan simpelasi supaya dapat lebih mudah mencapurkan

 

Untuk mengektarsi simplesia dengan pelarut baru lagi

 

9

Aduk, diamkan kembali selama 24 jam dan aduk sesekali

 

Bertujuan suapaya pelarut dan maserati dapat tercampur sempurna

 

10

Setelah 24 jam lalu Disaring

Bertujuan untuk mendapatkan hasil ekstrasi tanpa ada pengotor dari simplasia

butiran sampel terpisah dan didaptkan hasil ektrasi dari maserasi yang kedua yang mana ektrasi berupa larutan berwarna coklat

11

Simpan ekstrak dalam wadah tertutup

Supaya hasil ektrasi dapat bertahan lama

 

Catatan: Maserasi dilakukan sebanyak 3 kali

 

 

IX. Pembahasan

Ekstraksi merupakan salah satu proses pemisahan dimana pada pemisahan ini terdapat suatu zat , suatu zat yang didasarkan pada perbedaan sifat tertentu, terutama pada kelarutannya terhadap dua cairan yang tidak saling larut dan berbeda. Pada umumnya ekstraksi  ini dilakukan dengan cara menggunakan pelarut, dimana pelarut ini didasarkan pada kelarutan komponen terhadap komponen lain dalam campuran, jenis pelarut yang digunakan biasanya air dan yang lainnya pelarut organik.

Salah satu teknik Ekstraksi yaitu Maserasi. Maserasi merupakan cara ekstraksi yang sederhana. Proses Maserasi dilakukan dengan cara merendam simplisia dalam cairan penyari. Simplisia yang digunakan jika kering dihakuskan atau diperkecilkan terlebih dahulu sebelum direndam. Pada proses ini dibutuhkan cairan untuk merendam, cairan ini biasanya dinamakan cairan penyari. Cairan penyari yang sering digunakan adalah etanol. Kerja dari Cairan penyari ini yaitu, cairan ini akan menembus dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat aktif, zat aktif  ini akan larut karena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan zat aktif yang ada di dalam sel dengan yang ada di luar sel, maka dari itu  larutan yang terpekat di dalamnya akan didesak keluar. Peristiwa tersebut terjadi secara berulang sehingga terjadi keseimbangan konsentrasi antara larutan di luar sel dan di dalam sel.

Pada percobaan metode ekstraksi pada senyawa organik percobaan ini menggunakan metode ekstraksi berupa maserasi langkah yang pertama dilakukan adalah bahan kering yang digunakan yaitu merupakan kayu secang kayu secang merupakan bahan kering yang penggunaannya harus diperkecil terlebih dahulu untuk mempermudah pada saat melakukan ekstraksi setelah ini lalu ditimbang sebanyak 100 gram kayu secang ini merupakan simplisia pada percobaan maserasi ini lalu setelah ditimbang sebanyak 100 gram dimasukkan ke dalam masyarakat or yang bertujuan untuk melakukan ekstraksi pada tahap selanjutnya langkah selanjutnya yaitu memasukkan 1000 ML pelarut ke dalam masyarakat or pelarut yang digunakan pada percobaan ini yaitu etanol 96% setelah itu diaduk hingga homogen supaya simplisia dan pelarut dapat tercampur merata setelah itu masalah atur ditutup dan didiamkan selama 24 jam sambil diaduk sesekali setelah 24 jam lalu disaring didapatkan hasil ekstraksi melalui metode maserasi pertama dengan warna larutan berwarna merah kecoklatan setelah itu dimasukkan pelarut baru sebanyak 1000 ML aduk dan diamkan lagi selama 24 jam setelah 24 jam lalu disaring hasil yang didapat yaitu butiran sampelnya terpisah dan didapatkan hasil ekstraksi dari masa lalu yang kedua yang mana ekstraksi berupa larutan berwarna merah kecoklatan yang agak bening maserasi dilakukan sebanyak 3 kali untuk mendapatkan hasil yang maksimal

X. Pertanyaan

1.      Apa yang akan terjadi jika proses pengadukan tidak dilakukan sebanyak 3 kali. Apakah berpengaruh kepada percobaan ?

2.      Dari vidio percobaan,apa hasil yang didapatkan pada simplis setelh ditutup rapat wadah dan didiamkan selama 24 jam, dimana proses ini diulang sebanyak 3 kali (Remaserasi)ditutup rapat wadah dan didiamkan selama 24 jam?

3.      Apakah pengadukan mempengaruhi untuk mendapatkan data yang lebih akurat?

XII. Kesimpulan :

            Dari Hasil percobaan dapat disimpulkan bahwasanya :

1.      Maserasi merupakan metode ekstraksi sederhana yang dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan pelarut selama beberapa hari pada suhu kamar.

2.      Kayu secang atau Caesalpinia sappan diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan memberikan perubahan warna merah kekuningan pada pelarut yang disebabkan oleh adanya senyawa brazilina

 

XII. Daftar Pustaka

Sembiring, B. 2007.Teknologi Penyiapan Simplisia terstandar tanaman obat . Balitro. Bogor. Vol 13 (2).

Tim Laboratorium Kimia Organik. 2019.Penuntun Pratikum Kimia Organik 1. Jimbaran: Program Studi Kimia FMIPA UNUD.

 

 

 

 

 

 

 

 

3 Komentar:

Pada 20 Mei 2021 pukul 08.18 , Blogger Ahmad Rivaldi mengatakan...

Saya Ahmad Rivaldi (047) akan menjaab pertanyaan no 1, Apabila pengadukan tidak dilakukan maka larutan tidak dapat meratakan konsentrasi larutan di luar butir serbuk simplisia, sehingga perlunya pengadukan tersebut agar tetap terjaga, adanya derajat perbedaan konsentrasi yang sekecil-kecilnya antara larutan di dalam dengan diluar sel. Hasil penyarian dengan cara maserasi perlu dibiarkan selama waktu tertentu. Waktu tersebut diperlukan untuk mengendapkan zat-zat yang tidak diperlukan tetapi ikut terlarut dalam cairan penyari.

 
Pada 22 Mei 2021 pukul 18.07 , Blogger Yiyin Novela mengatakan...

Baiklah saya Yiyin Novela dengan NIM A1C119062 akan menjawab pertanyaan nomor 3. pengadukan dapat berpengaruh untuk mendapatkan data yang lebih akurat karena pada penyarian dengan cara maserasi perlu dilakukan pengadukan untuk meratakan konsentrasi larutan di luar butir serbuk simplisia, sehingga dengan pengadukan tersebut tetap terjaga adanya derajat perbedaan konsentrasi yang sekecil-kecilnya antara larutan di dalam dengan di luar sel.

 
Pada 23 Mei 2021 pukul 04.14 , Blogger DIO ALKAUTASAR mengatakan...

baiklah saya dio al kautsar dengan nim a1c119039 akan menjawab pertnyaan nomor 2 hasil yang didapatkan pada simplis setelh ditutup rapat wadah dan didiamkan selama 24 jam, dimana proses ini diulang sebanyak 3 kali (Remaserasi)ditutup rapat wadah dan didiamkan selama 24 jam hasil ektrasi dari maserasi yang kedua yang mana ektrasi berupa larutan berwarna coklat

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda