Laporan Akhir Kimia Organik I Percobaan 13 “Metode Eksraksi pada Senyawa Organik”
Laporan Akhir Kimia Organik I Percobaan 13
“Metode Eksraksi pada Senyawa Organik”
SINTA MARLIYA
(A1C119002)
REGULER B 2019
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
VIII. Data Pengamatan
|
NO |
Perlakuan |
Fungsi alat dan bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
1 |
Ukuran bahan diperkecil terlebih dahulu
|
Maserator :maserator berfungsi sebagai tempat untuk melakan maserasi Erlenmeyer:berfungsi sebagai tempat hasil ektrasi dari metode maserasi
|
Untuk mempermudah pada saat melakuakan ekstrasi |
|
|
2 |
Simplisia ditimbang sebanyak 100 gram
|
Di timbang guna menghitung jumlah atau massa dari simplisia |
|
|
|
3 |
Masukkan kedalam maserator
|
Bertujuan untuk dilakukan ekstrasi pada tahap selanjutnya |
|
|
|
4 |
Masukkan 1000 ml pelarut (etanol) kedalam maserator
|
Untuk ekstarsi simpliasia menggunakan pelarut menggunakan etanol |
|
|
|
5 |
Diaduk hingga homogen
|
Neraca:untuk mengukur massa dari simpliasia Gelas ukur:untuk mengukur volume dari pelarut
|
Supaya simplesia dan pelarut dapat tercampur merata |
|
|
6 |
Maserator ditutup, diamkan selama 24 jam dan aduk sesekali |
Untuk mendapatkan hasil ektrasi melalui metode maserasi |
|
|
|
7 |
Setelah 24 jam lalu disaring
|
Guna untuk memisahkan simplesia dengan hasil maserasi apa bila terdapat kotoran yang terikut |
Didapatkan hasil ektraksi melalui metode maserasi yang pertama |
|
|
Maserasi ke 2 |
||||
|
8 |
Masukkan pelarut baru sebanyak 1000 ml |
Pengaduk :sabagai pegaduk untuk mencampurkan pelarut dengan simpelasi supaya dapat lebih mudah mencapurkan
|
Untuk mengektarsi simplesia dengan pelarut baru lagi |
|
|
9 |
Aduk, diamkan kembali selama 24 jam dan aduk sesekali
|
Bertujuan suapaya pelarut dan maserati dapat tercampur sempurna |
|
|
|
10 |
Setelah 24 jam lalu Disaring |
Bertujuan untuk mendapatkan hasil ekstrasi tanpa ada pengotor dari simplasia |
butiran sampel terpisah dan didaptkan hasil ektrasi dari maserasi yang kedua yang mana ektrasi berupa larutan berwarna coklat |
|
|
11 |
Simpan ekstrak dalam wadah tertutup |
Supaya hasil ektrasi dapat bertahan lama |
|
|
|
Catatan: Maserasi dilakukan sebanyak 3 kali
|
||||
IX. Pembahasan
Ekstraksi merupakan salah satu proses pemisahan dimana pada pemisahan ini terdapat suatu zat , suatu zat yang didasarkan pada perbedaan sifat tertentu, terutama pada kelarutannya terhadap dua cairan yang tidak saling larut dan berbeda. Pada umumnya ekstraksi ini dilakukan dengan cara menggunakan pelarut, dimana pelarut ini didasarkan pada kelarutan komponen terhadap komponen lain dalam campuran, jenis pelarut yang digunakan biasanya air dan yang lainnya pelarut organik.
Salah satu teknik Ekstraksi yaitu Maserasi. Maserasi merupakan cara ekstraksi yang sederhana. Proses Maserasi dilakukan dengan cara merendam simplisia dalam cairan penyari. Simplisia yang digunakan jika kering dihakuskan atau diperkecilkan terlebih dahulu sebelum direndam. Pada proses ini dibutuhkan cairan untuk merendam, cairan ini biasanya dinamakan cairan penyari. Cairan penyari yang sering digunakan adalah etanol. Kerja dari Cairan penyari ini yaitu, cairan ini akan menembus dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat aktif, zat aktif ini akan larut karena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan zat aktif yang ada di dalam sel dengan yang ada di luar sel, maka dari itu larutan yang terpekat di dalamnya akan didesak keluar. Peristiwa tersebut terjadi secara berulang sehingga terjadi keseimbangan konsentrasi antara larutan di luar sel dan di dalam sel.
Pada percobaan metode ekstraksi pada senyawa organik percobaan ini menggunakan metode ekstraksi berupa maserasi langkah yang pertama dilakukan adalah bahan kering yang digunakan yaitu merupakan kayu secang kayu secang merupakan bahan kering yang penggunaannya harus diperkecil terlebih dahulu untuk mempermudah pada saat melakukan ekstraksi setelah ini lalu ditimbang sebanyak 100 gram kayu secang ini merupakan simplisia pada percobaan maserasi ini lalu setelah ditimbang sebanyak 100 gram dimasukkan ke dalam masyarakat or yang bertujuan untuk melakukan ekstraksi pada tahap selanjutnya langkah selanjutnya yaitu memasukkan 1000 ML pelarut ke dalam masyarakat or pelarut yang digunakan pada percobaan ini yaitu etanol 96% setelah itu diaduk hingga homogen supaya simplisia dan pelarut dapat tercampur merata setelah itu masalah atur ditutup dan didiamkan selama 24 jam sambil diaduk sesekali setelah 24 jam lalu disaring didapatkan hasil ekstraksi melalui metode maserasi pertama dengan warna larutan berwarna merah kecoklatan setelah itu dimasukkan pelarut baru sebanyak 1000 ML aduk dan diamkan lagi selama 24 jam setelah 24 jam lalu disaring hasil yang didapat yaitu butiran sampelnya terpisah dan didapatkan hasil ekstraksi dari masa lalu yang kedua yang mana ekstraksi berupa larutan berwarna merah kecoklatan yang agak bening maserasi dilakukan sebanyak 3 kali untuk mendapatkan hasil yang maksimal
X. Pertanyaan
1. Apa yang akan terjadi jika proses pengadukan tidak dilakukan sebanyak 3 kali. Apakah berpengaruh kepada percobaan ?
2. Dari vidio percobaan,apa hasil yang didapatkan pada simplis setelh ditutup rapat wadah dan didiamkan selama 24 jam, dimana proses ini diulang sebanyak 3 kali (Remaserasi)ditutup rapat wadah dan didiamkan selama 24 jam?
3. Apakah pengadukan mempengaruhi untuk mendapatkan data yang lebih akurat?
XII. Kesimpulan :
Dari Hasil percobaan dapat disimpulkan bahwasanya :
1. Maserasi merupakan metode ekstraksi sederhana yang dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan pelarut selama beberapa hari pada suhu kamar.
2. Kayu secang atau Caesalpinia sappan diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan memberikan perubahan warna merah kekuningan pada pelarut yang disebabkan oleh adanya senyawa brazilina
XII. Daftar Pustaka
Sembiring, B. 2007.Teknologi Penyiapan Simplisia terstandar tanaman obat . Balitro. Bogor. Vol 13 (2).
Tim Laboratorium Kimia Organik. 2019.Penuntun Pratikum Kimia Organik 1. Jimbaran: Program Studi Kimia FMIPA UNUD.


3 Komentar:
Saya Ahmad Rivaldi (047) akan menjaab pertanyaan no 1, Apabila pengadukan tidak dilakukan maka larutan tidak dapat meratakan konsentrasi larutan di luar butir serbuk simplisia, sehingga perlunya pengadukan tersebut agar tetap terjaga, adanya derajat perbedaan konsentrasi yang sekecil-kecilnya antara larutan di dalam dengan diluar sel. Hasil penyarian dengan cara maserasi perlu dibiarkan selama waktu tertentu. Waktu tersebut diperlukan untuk mengendapkan zat-zat yang tidak diperlukan tetapi ikut terlarut dalam cairan penyari.
Baiklah saya Yiyin Novela dengan NIM A1C119062 akan menjawab pertanyaan nomor 3. pengadukan dapat berpengaruh untuk mendapatkan data yang lebih akurat karena pada penyarian dengan cara maserasi perlu dilakukan pengadukan untuk meratakan konsentrasi larutan di luar butir serbuk simplisia, sehingga dengan pengadukan tersebut tetap terjaga adanya derajat perbedaan konsentrasi yang sekecil-kecilnya antara larutan di dalam dengan di luar sel.
baiklah saya dio al kautsar dengan nim a1c119039 akan menjawab pertnyaan nomor 2 hasil yang didapatkan pada simplis setelh ditutup rapat wadah dan didiamkan selama 24 jam, dimana proses ini diulang sebanyak 3 kali (Remaserasi)ditutup rapat wadah dan didiamkan selama 24 jam hasil ektrasi dari maserasi yang kedua yang mana ektrasi berupa larutan berwarna coklat
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda