Jurnal Praktikum Kimia Organik I Percobaan 11 “Kromatografi Lapis Tipis”
Jurnal Praktikum Kimia Organik I Percobaan 11
“Kromatografi Lapis Tipis”
SINTA MARLIYA
(A1C119002)
REGULER B 2019
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
Percobaan 11
I. Judul : Kromatografi Lapis Tipis
II. Hari/Tanggal : Senin/ 03 Mei 2021
III. Tujuan : Dilakukan percoaan ini bertujuan untuk :
1. Menentukan tingkat kemurnian dan nilai Rf senyawa organik hasil ekstraksi menggunakan KLT
IV. Landasan Teori
Suatu proses pemisahan di mana terdapat analit analisi di dalam sampel yang mana analitik analitik ini akan terdistribusi diantara dua fase yaitu fase diam dan fase gerak merupakan suatu proses yang dinamakan kromatografi dalam kromatografi terdapat fase diam di mana pada fase ini terdapat bahan padat dalam bentuk molekul kecil atau biasa juga dalam bentuk cairan yang mana dilapiskan pada pendukung atau dilapiskan pada dinding kolom sedangkan dalam fase gerak fase gerak ini dapat berupa gas atau biasa disebut kromatografi gas serta kromatografi cairan yang biasa digunakan pada kromatografi lapis tipis (Rohman, 2009)
Pada kromatografi lapis tipis (KLT) merupakan tipe kromatografi yang menggunakan cairan sebagai fase diam nya cairan ini merupakan lapisan tipis sorban partikel yang seragam dalam bentuk plat gelas, aluminium foil, atau plastik . Dalam prosedur dasar kromatografi lapis tipis larutan sampel diaplikasikan kedalam telat di mana plat ini akan dikembangkan dengan memasukkannya ke dalam bejana yang tertutup dan bagian dasar dari bejana ini akan diisi dengan fase geraknya atau biasa disebut elemen yang biasanya terdiri dari campuran dari beberapa pelarut setelah pengembangan pelat akan diangkat dari bejana dan ditandai yang bertujuan untuk menghitung nilai RF nya. (nisbah antara jarak B yang terpisah dan jarak eluennya) (Sherma & Fried 2005)
Menurut Wulandari (2011), Pada sistem kromatografi lapis tipis pemilihan eluen merupakan faktor yang paling berpengaruh dapat terdiri dari satu pelarut atau campuran dari dua pelarut sampai 6 pelarut campuran pelarut ini harus saling campur dan tidak ada tanda-tanda kekeruhan terdapat beberapa fungsi dalam kromatografi lapis tipis yaitu :
1. Untuk melarutkan campuran zat,
2. Untuk mengangkat atau membawa komponen yang akan dipisahkan melewati sorben fase diam sehingga noda memiliki Rf dalam rentang yang dipersyaratkan,
3. Untuk memberikan selektivitas yang memadai untuk campuran senyawa yang akan dipisahkan.
Eluen juga harus memenuhi persyaratan yaitu, Memiliki kemurnian yang cukup, Stabil, Memiliki viskositas rendah, Memiliki partisi isotermal yang linier, Tekanan uap yang tidak terlalu rendah atau tidak terlalu tinggi, dan Toksisitas serendah mungkin.
V. Alat dan Bahan
5.1 Alat
- Bejan KLT
- Lampu UV 254
- Gelas piala
- Lampu spirtus
5.2 Bahan
- Fraksi n-heksan
- Fraksi etil asetat
- Fraksi air
- Plat KLT GF254
- Pipa kapiler
- Etanol 96%
- N-Heksan
- Etil asetat
VI. Prosedur Kerja
1. Dilakukan penjenuhan pelarut untuk fase gerak yang ditempatkan dalam bejana KLT. Yaitu, fase gerak : n-Heksan : etil asetat (1:1) dan fase gerak : etanol 96% : etil asetat (1:1)
2. Siapkan plat KLT dengan ukuran 1x8 cm, ujung bawah dan ujung atas diberi garis batas dengan panjang 0,5 cm
3. Beri tanda nama fraksi yang akan digunakan dibelakang plat KLT
4. Siapkan pipa kapiler berdiameter keci, kemudian bilas menggunakan etanol 96%
5. Masukkan pipa kapiler ketempat sampel, biarkan sampel tertarik didalam pipa
6. Totol sampel sebanyak 3 kali ditengah plat KLT bagian bawah, tepat digaris tanda
7. Masukkan plat KLT yang sudah diberi sampel menggunakan pinset dengan posisi horizontal dan pastikan plat KLT berdiri tegak
8. Masukkan seluruh plat KLT yang sudah diberi sampel (3 sampel) kedalam masing-masing bejana KLT yang berisi fase gerak yang telah dijenuhkan
9. Diamkan KLT hingga fase gerak bergerak maju menuju tanda batas ata, kemudian keluarkan plat KLT dan biarkan kering
10. Amati hasil KLT dibawah lampu UV 254
11. Lingkari bercak noda menggunakan pensil kayu untuk memperjelas posisi bercak noda
12. Setelah didapat jarak bercak noda, maka nilai Rf dihitung menggunakan rumus
Nilai Rf = 0,78
Berikut link video yang berhubungan dengan “Kromatografi Lapis Tipis”
Link Youtube : https://youtu.be/YGqX8B6DnbU
Pertanyaan :
1. Apa fase gerak yang digunakan pada Percobaan tersebut?
2. Apakah bisa kita menggunakan alat lain selain Chamber?
3. Aapa saja yang bisa kita gunakan dalam percobaan Kromatografi Lapis Tipis ini?


4 Komentar:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, perkenalkan saya Ike Sonia (A1C119032) akan menjawab pertanyaan nomor 1. Fase gerak yang digunakan pada percobaan ini yaitu fase gerak : n-Heksan : etil asetat (1:1) dan fase gerak : etanol 96% : etil asetat (1:1)
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Saya Novia Rahmadhani dengan nim A1C119023 izin menjawab pertanyaan nomor 2. Sebenarnya bisa saja kita menggunakan alat lain selain chamber. Yang penting alat tersebut sebaiknya berbahan dasar kaca dan juga tertutup.
Saya Ahmad Rivaldi (047) akan menjawab pertanyaan soal no 3. Seperti yang terlihat dalam video. Hal hal yang bisa kita gunakan dalam percobaan ini adalah, Alat: Bejan KLT,Lampu UV 254,Gelas piala,Lampu spirtus. dan Bahan :Fraksi n-heksan,Fraksi etil asetat,Fraksi air,Plat KLT GF254,Pipa kapiler,Etanol 96%,N-Heksan,Etil asetat
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda