Jurnal Praktikum Kimia Organik I Percobaan 8 “Reaksi – reaksi Alkohol”
Jurnal Praktikum Kimia Organik I Percobaan 8
“Reaksi – reaksi Alkohol”
SINTA MARLIYA
(A1C119002)
REGULER B 2019
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
Percobaan 8
I. Judul : Reaksi – reaksi Alkohol
II. Hari/Tanggal : Senin/ 12 April 2021
III. Tujuan : Dilakukan percoaan ini bertujuan untuk :
1. Mengetahui dan menunjukkan adanya air pada alkohol
2. Mengetahui esterifikasi alkohol
IV. Landasan Teori
Alkohol Berdasarkan jenisnya ditentukan oleh posisi atau letak gugus OH pada rantai karbon utama. Terdapat 3 jenis alkohol yaitu ada alkohol primer, alkohol sekunder dan tersier. Teruntuk Alkohol primer yaitu alkohol yang gugus – OH nya terletak pada C primer yang terikat pada satu atom karbon pasangan lain. Selanjutnya itu ada Alkohol sekunder yaitu alkohol yang gugus OH nya terletak pada atom C sesuai namanya yaitu sekunder artinya dua, maka atom C pada alcohol ini mengikat 2 atom karbon lain. Dan yang terakhir yaitu Alkohol tersier, yaitu alkohol yang gugus – OH nya terletak pada atom C tersier berarti atom C yang terikat payang terikat langsung pada tiga atom C yang lain (Kartika,2004).
Salah satu alcohol yang sering dijumpai yaitu alcohol alifatik. Alkohol alifatik ini merupakan alcohol yang bersifat cair dan sangat dipengaruhi oleh ikatan hidrogenya. Sifat suatu molekuk dapat menurun dengan bertambahnya panjang rantai dan juga pengaruh dari gugus hidroksil yang polar. Jika dibandingkan dengan airrr sifat molekul dari alcohol ini berkurang, sebaliknya siifat molekul air ini lebih seperti hidrokarbon. Maka dari itu alkohol dengan bobot molekul yang rendah cenderung akan larut dalam air, sedangkan alkohol dengan bobot molekul yang tinggi tidak akan larut dalam air.Alkohol merupakan kelompok senyawa yang memilliki titik didih dan kelarutan yang bervariasi, alkohol biasanya mendidih pada tempetarur yang cukup tinggi hal ini tergantung dari oada sifat subtituen yang menempel pada cincin benzene yang dimilikinya (Petrucci,1987).
Terdapat beberapa reaksi yang terjadi pada Alkohol diantara yaitu , Reaksi Subtitusi, Reaksi Eliminasi, Reaksi Oksidasi dan Reaksi Esterifikasi. Dalam peranannya sebagai alkohol, semakin panjang rantai hidrokarbon yang dimiliki maka kelarutannya akan semakin rendah, bahkan sifat hidrofob ini akan mengalahkan sifat hidrofil dari gugus hidroksilnya, maka banyaknya gugus hidroksilnya akan dapat memperbesar suatu kelarutannya di dalam air (Hart,1990)
Terdapat tiga macam bentuk dari alkohol, dimana masing masing dari alkohol ini dapat dioksidasi menjadi aldehid keton maupun senyawa lain. Contohnya pada alkohol primer , alkohol primer dapat dioksidasi menjadi aldehid atau asam karboksilat. Lalu Alkohol sekunder dapat dioksidasi menjadi keton. Namun pada alkohol tersierr, alkohol ini akan menolak oksidasi dengan larutan basa, sedangkan dalam larutan asam, alkohol akan mengalami dehidrasi yang akan menghasilkan alkena yang kemudian akan dioksidasi (Mardzuki,1990).
Alkohol merupakan suatu jenis senyawa, lebih tepatnya yaitru senyawa organik yang mempunyai satu atau lebih gugus hidroksil. Pada alkohol hanya mempunya ikatan hidroksil yang bersifat kovalen, maka sifat dari alkohol tidak sama tidak hidroksida, namun alkohol ini sifatnya lebih mirip atau lebih mendekati sifat dari pada air. Penamaan dari alkohol ini identik dengan berakhiran –Ol, Alkohol dapat digolongkan berdasarkan , Letak gugus -OH pada atom karbon, Banyaknya gugus – OH, dan Bentuk dari rantai karbonnya. Sifat dari alkohol adalah mudah terbakar, karena pada proses oksidasinya alkohol akan membentuk gas karbondioksida dan uap air. Oleh karena itu, biasanya alkohol dengan jenis Etanol digunakan sebagai bahan dasar spritus yang sering digunakan di laboratorium untuk memanaskan suatu zat.
https://adhityapurwadi46.wordpress.com/2015/06/17/laporan-praktikum-kimia-alkohol/
V. Alat dan Bahan
5.1 Alat
- Tabung reaksi
- Bunsen
- Penjepit
- Gelas ukur
- Pipet tetes
- Batang pengaduk
- Sendok
5.2 Bahan
- K2CO3
- CuSO4
- Alkohol 50%
- Aquades
- Etanol 96%
- Asam asetat
- Asam sulfat pekat
- K2O3.
VI. Prosedur Kerja
6.1 Pengujian Kadar air dalam Alkohol
- Langkah pertama diambil masing-masing alkohol 50% dan dimasukkan kedalam tabung reaksi
- Lalu dimasukkan sekitar 2 gr CuSO4 kesalah satu tabung reaksi dan amati perubahan yang terjadi pada larutan tersebut
- Kemudian dimasukkan sekitar 2 gr K2CO3 kesalah satu tabung reaksi, lalu diaduk dengan batang pengaduk dan amati perubahan yang terjadi pada larutan
6.2 Esterifikasi Alkohol
- Pertama dimasukkan 2 ml etanol 96% kedalam tabung reaksi
- Kedua Ditambahkan beberapa tetes asam asetat dan 5 ml asam sulfat p kemudian tutup dengan kapas
- Ketiga dipanaskan larutan tadi dengan menggunkana Bunsen dan amati yang terjadi
- Keempat Dituang larutan ke dalam 20 ml kemudian diamati dan cium aroma yang terbentuk
Berikut link video yang berhubungan dengan “Reaksi – reaksi Alkohol”
Link Youtube : https://youtu.be/6xMCkienqSw
Pertanyaan :
1. Pada percobaan reaksi alkohol uji apa saja yang bisa dilakukan?
2. Apa saja sifat khas dari alkohol?
3. Mengapa alkohol mudah menguap?


3 Komentar:
Baiklah saya Desri Indah Rahmadona akan menjawab pertanyaan no 3 yaitu dikarenakan Etanol memiliki titik didih yang jauh lebih rendah daripada air artinya memanas hingga titik didih jauh lebih cepat daripada air. Zat ini juga memiliki tekanan uap yang lebih rendah daripada air, yang berarti lebih cepat menguap pada suhu berapa pun
baiklah saya mitha udhiyah dengan nim A1C119006 izin menjawab pertanyaan nomor 1 untu menentukan alkohol dapat dilakukan uji:
1. uji lucas
2. uji asam kromat
3. uji besi (III) klorida
4. dll
Assalammualaikum wr wb, Baiklah saya Cyntia Widi Udya dengan NIM A1C119011 akan menjawab pertanyaan no 2. Sifat khas dari alkohol yaitu memiliki sifat yang lebih polar, titik didihnya lebih tinggi, serta dapat mudah bereaksi dengan logam yang aktif.
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda