Laporan Akhir Kimia Organik I Percobaan 4 “Pemurnian Zat Padat “Rekristalisasi Asam Benzoat”
Laporan Akhir Kimia Organik I Percobaan 4
“Pemurnian Zat Padat “Rekristalisasi Asam Benzoat”
SINTA MARLIYA
(A1C119002)
REGULER B 2019
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
VII.Data Pengamatan
|
Prosedur |
Fungsi Alat Dan Bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
1. Dimasukkan asam benzoat kedalam erlenmeyer 2. Dimasukkan aquades kedalam erlenmeyer 3. Dipanaskan erlenmeyer yang berisi asam benzoat dan aquades diatas hot plate pada suhu 124 oC |
· Erlenmeyer sebagai sadah dalam proses pelarutan sebelum melakukan rekristalisasi · Hot plate sebagai alat pemanas · Gelas beker sebagai wadah sampel dalam proses rekristalisasi · Penyaring sebagai alas untuk meletakkan kertas saring · Batang pengaduk sebagai alat untuk mengaduk sampel pada saat pelarutan. · Asam benzoat sebagai sampel yang akan dilakukan rekristalisasi · Aquades sebagai pelarut sampel · Kertas saring sebagai bahan yang digunakan untuk memisahkan endapan dan larutan
|
Untuk melakukan proses pelarutan dalam melakukan proses rekristalisasi |
Diperoleh suatu larutan |
|
4. Disaring larutan yang sudah dipanaskan 5. Dipindahkan larutan yang sudah disaring kedalam beker gelas 6. Dimasukkan kedalam wadah yang berisi air larutan Didinginkan larutan tersebut di dalam wadah yang berisi es hingga terbentuk kristal-kristal |
Untuk mendinginkan larutan yang sudah disaring |
Terbentuk endapan putih |
|
|
7. Ditimbang kertas saring |
Untuk mengetahui bobot kertas saring |
493,0 |
|
|
8. Diletakkan kertas saring diatas penyaring 9. Disaring larutan yang didinginkan tadi |
Untuk memisahkan endapan dengan larutan |
Diperoleh endapan |
|
|
10. Dimasukkan kedalam oven endapan yang terdapat diatas kertas saring 11. Ditimbang kertas saring beserta endapan tersebut |
Untuk mendinginkan endapan yang didapatkan dan menghitung berat endapan beserta kertas saring tersebut |
Diperoleh berat endapan dan kertas saring 524,2 |
|
|
12. Diuji titik lelehnya dengan melting point aparatur |
|
|
VIII. Pembahasan
Rekristalisasi merupakan salah satu cara pemurnian zat padat yang yang sering digunakan di mana zat-zat tersebut dalam suatu pelarut kemudian dilakukan kristalisasi kembali cara semacam ini bergantung pada kelarutan zat dalam sejumlah pelarut tertentu di saat suhu kita perbesar atau dinaikkan karena konsentrasi total meliputi biasanya lebih kecil dari konsentrasi zat yang dimurnikan ketika dingin maka konsentrasi yang rendah tetap dalam larutan sementara produk yang berkonsentrasi tinggi akan mengendap tahap-tahap dalam rekristalisasi yaitu pelarutan penyaringan pemanasan dan pendinginan beberapa syarat pelarut yang baik untuk rekristalisasi antara lain memiliki daya pelarut yang tinggi pada suhu tinggi dan daya pelarut yang rendah menghasilkan kristal yang baik dari senyawa yang dimurnikan dapat melarutkan senyawa lain mempunyai titik didih relatif rendah dan pelarut tidak bereaksi dengan senyawa yang dimurnikan
Suatu endapan mudah disaring dan dicuci sebagian besar tergantung pada struktur morfologi endapan yang terdiri dari bentuk dan ukuran ukuran kristalnya ukuran kristal yang terbentuk selama pengendapan tergantung pada dua faktor penting yaitu laju pembentukan inti dan laju pertumbuhan kristal laju pembentukan ini tergantung pada derajat lewat jenuh dari larutan makin tinggi derajat lewat jenuh maka makin besarlah kemungkinan membentuk inti baru jadi makin besar laju pembentukan inti asam benzoat yang digunakan dalam percobaan ini merupakan asam benzoat yang telah tercemar karena itu dilakukan pemurnian terhadap asam benzoat tersebut supaya terbebas dari zat pengotor melalui pemanasan bersama pelarutnya pelarut yang digunakan adalah air air digunakan sebagai pelarut asam benzoat karena. Didih air lebih rendah daripada titik didih asam benzoat yang sebesar 249 derajat Celcius sesuai dengan persyaratan sebagai pelarut yang sesuai yaitu titik didih pelarut harus lebih rendah untuk mempermudah proses penyaringan kristal yang terbentuk pada proses pelarutan asam benzoat yang berbentuk padatan supaya menjadi suatu larutan pelarut yang digunakan untuk melarutkan asam benzoat ini adalah pelarut yang cocok asam benzoat yang dilarutkan dalam air panas tersebut akan terurai menjadi ion-ion ionnya penyaring pada percobaan ini bertujuan untuk memisahkan antara zat yang telah larut dengan zat pengotornya agar diperoleh diperoleh zat yang lebih murni namun untuk memperoleh hasil yang maksimal maka perlakuan ini dilakukan dengan menggunakan suatu alat yang dikenal dengan corong buchner jika belum terbentuk kristal maka larutan dijernihkan dengan cara penguapan agar endapan dapat terbentuk dengan mudah tetapi jika kristal sudah terbentuk maka dilakukan penyaringan dengan menggunakan kertas saring, filtrat hasil penyaringan tersebut akan digunakan untuk proses kristalisasi pada tahap berikutnya agar proses rekristalisasi ini dapat berjalan dengan baik kotoran mempunyai kelarutan lebih besar dari senyawa yang diinginkan, jika hal ini tidak terpenuhi maka kotoran akan ikut mengkristal bersama senyawa yang diinginkan dampaknya menyebabkan kristal yang diperoleh tidak murni lagi dimana kemurniaan suatu zat ditentukan oleh rendemen yang diperoleh semakin tinggi rendaman suatu zat maka tingkat kemurnian akan semakin tinggi begitu pula sebaliknya
IX. Pertanyaan
1. Mengapa larutan yang dibuat harus dalam keadaan panas hingga mendekati titik lelehnya?
2. Zat yang bagaimana yang dapat dimurnikan dengan cara rekristalisasi?
3. Apa yang menandakan bahwa proses rekristalisasi gagal atau berhasil?
X. Kesimpulan
Adapun Kesimpulan pada percobaan ini adalah :
1. Rekristalisasi merupakan proses pemisahan zat padat dari campuran dengan cara mengkristalisasikan kembali zat tersebut setelah dilarutkan dalam pelarut yang cocok
2. Prinsip pemisahan dan pemurnian zat padat dengan treknik rekristalisasi didasarkan pada adanya perbedaan kelarutan zat padat dalam pelarut murni maupun pelarut campuran
XI. Daftar Pustaka
Pinalia, A. (2011). Penentuan Metode Rekristalisasi Yang Tepat Untuk Meningkatkan Kemurnian Kristal Amonium Perklorat (AP). Majalah Sains dan Teknologi Dirgantara, 6(2).
Umam, F. U. (2019). Pemurnian Garam dengan Metode Rekristalisasi di Desa Bunder Pamekasan untuk Mencapai SNI Garam Dapur. Jurnal Ilmiah Pangabdhi, 5(1).
Sentot, 2008, Kimia Organik, Jakarta : Erlangga
Sukardjo, 2010, Kimia Fisika, Jakarta : Erlangga
Tim Penuntun Kimia Organik I, 2021, Penuntun Praktikum Kimia Organik I, Jambi : Universitas Jambi


5 Komentar:
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Baikalah saya Cyntia Widi Udya dengan NIM A1 C119011 akan menjawab pertanyaan no 2. Zat yang dapat dimurnikan dengan cara rekristalisasi adalah suatu zat yang yang mengkristalkan kembali zat tersebut setelah dapat dilarutkan dengan pelarut yang sesuai serta zat yang memiliki perbedaan kelarutan antara zat yang akan dimurnikan dengan suatu zat pengotornya pengotornya.
Baiklah saya Nurhayati dengan NIM A1C119077 akan menjawab pertanyaan nomor 3. Proses kritalisasi berhasil jika zat yang digunakan dalam proses kristalisasi menghasilkan kristal-kristal setelah didinginkan dengan cara dimasukkan ke dalam wadah yang berisi es. Begitupun sebaliknya proses kristalisasi gagal apabila zat yang digunakan pada proses kristalisasi tidak menghasilkan kristal
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
baiklah saya dio al kautsar dengan nim a1c119039 larutan yang dibuat harus dalam keadaan panas hingga mendekati titik lelehnya karena pertma ia dalam bentuk kristal yang mana kita perlu memanaskan supaya dalam keadaan larutan berarti pada titik lelehnya dengan campuran aquadest untuk rekristalisasi asam benzoat
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda