Laporan Akhir Kimia Organik I Percobaan 3 “Manipulasi Alat alat Praktikum Kimia Organik Kromatografi”
Laporan Akhir Kimia Organik I Percobaan 3
“Manipulasi Alat alat Praktikum Kimia Organik Kromatografi”
SINTA MARLIYA
(A1C119002)
REGULER B 2019
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
VII. Data Pengamatan
7.1 Kromatografi Sederhana
|
Peosedure |
Fungsi Alat dan Bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
|
Untuk mlihat perubahan warna yang terjadi pada kertas saring
|
Hasil pemisahan dengan metode kromatografi ini, pada spidol warna biru menghasilkan noda berwarna biru muda dan ungu sedangkan spidol warna merah menghasilkan noda berwarna jingga dan kuning pada kertas saring
|
7.2 Kromatografi Standar
|
Prosedur |
Fungsi Alat dan Bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
Dibuat eluen menggunakan butanol, etanol, dan ammonia dengan perbandingan 3:1:1 Disiapkan chamber KLT Lalu dimasukkan eluen yang telah dibuat ke dalam chamber KLT Dijenuhkan eluen dengan memasukkan kertas saring ke dalam chamber KLT
|
|
Dilakukan Penjenuhan agar menghindari terjadinya penguapan yang dapat dapat menimbulkan terjadinya efek tepi dan melengkung yang bentuk garis depan eluen dilakukan penjenuhan agar fase gerak terarbsobsi dengan baik pada fase diam
|
eluen menjadi jenuh
|
|
Disiapkan kertas KLT lalu dibuat garis batas bawah dan atas kemuadian Diberikan koordinat titik pada batas bawah yaitu titik A dan titik B dengan masing-masing jarak 1 cm Ditotol sampel menggunakan pipa kapiler menggunakan Alizarn Red
|
Alizarn Red : berfungsi sebagaisebagai analit atau sampel Kertas KLT : berperan sebagai fasa diam Pipa kapiler : alat untuk menotolkan analit atau sampel pada kertas KLT
|
dibuat koordinat titik dengan jarak yang sama bertujuan agar diperoleh hasil yang akurat
|
sampel sudah tertotol pada KLT
|
|
Dimasukkan kertas KLT ke dalam chamber KLT Diangkat kertas saring dari chamber KLT apabila telah selesai proses penjenuhan Ditutup rapat chamber KLT untuk proses pemisahan warna Diangkat dan dikeringkan kertas KLT Ditandai batas pelarut dan juga sampel dengan garis menggunakan pensil saat proses akan dihentikan
|
Kertas KLT : Berperan sebagai penyokong fasa diam Chamber KLT Tempat untuk melakukan kromatografi Kertas saring : berperan sebagai sorben
|
Dimasukkan kertas KLT ke dalam chamber KLT untuk melakukan proses pemisahan
|
Jarak titik A sepanjang 2,5 cm, jarak titik B sepanjang 4,6 cm dan jarak pelarut 5,5 cm
|
VIII. Pembahasan
Salah satu metode yang tak kalah terkenal yaitu Kromatografi Lapis Tipis atau biasa disingkat dengan KLT. Metode ini merupakan metode pemisahan yang fleksibel dan sering digunakan di laboratorium, teknik analisis dan pengembangan produk karena metode ini memiliki beberapa kelebihan dari metode lainnya. Kelebihan utama dari metode ini dibandingkan dengan metode analisis kromatografi cair yaitu beberapa sampel yan dilakukan pada metode KLT ini dapat dilakukan secara simulkan hanya dengan menggunakan fase gerak yang jumlahnya kecil sehingga akan menghemat waktu serta biaya, tidak hanya itu metode ini juga ramah lingkungan dengan pemisahan yang sangat sedergana serta penggunaan peralatan yang minimal (Wulandari, L., 2011).
Sewaktu air mulai meresap pada kertas lalu resapan air terseburt mencapai noda tinta , maka nota tinta tersebut akan mulai terpisah menjadi beberapa warna. Hal ini karena sebenarnya hasil dari pencampuran dari beberapa zat warna. Air yang meresap lalu mengalir melalui pori pori kertas akan mendorong pemisahan zat pada noda tinta berdasarkan massa jenisnya. Hal ini mengakibatkan warna noda tinta tampak terpisah dan menjadi beberapa warrna. Peristiwa pemisahan zait cair dengan berdasarkan massa jenisnya inilah yang biasa disebut dengan istilah kromatografi.
Berdasarkan video percobaan tersebut, maka dapat kita ketahui bahwa dalam melakukan kromatografi lapis tipis dapat dilakukan modifikasi alat, yaitu dengan menggunakan gelas kaca sebagai alat kromatografi lapis tipis sederhana,dimana gelas kaca berfungsi sebagai wadah tempat pelarut, dimana kertas saring yang telah ditotolkan spidol warna akan dimasukkan ke dalam gelas kaca, sehingga gelas kaca ini dapat digunakan sebagai pengganti chamber KLT pada kromatografi lapis tipis sederhana.
Pada percobaan kromatografi juga dapat melakukan manipulasi pada bahan yaitu pada eluennya. Eluen campuran butanol, etanol, dan ammonia dengan perbandingan 3:1:1 dapat digantikan dengan air.
IX. Pertanyaan
1. Apakah teknik pemisahan dengan kromatografi efektif untuk digunakan,dan apa keuntungan dari penggunaan kromatografi?
2. Bagaimana proses kerja pada kromatografi kertas dan KLT?
3. Apa yang biasanya diuji dengan metode kromatografi dalam kehidupan sehari hari?
X. Kesimpulan
Adapun Kesimpulan dari percobaan ini adalah :
1. Kromatografi lapis tipis dapat dilakukan dengan modifikasi alat, yaitu dengan menggunakan gelas kaca sebagai alat kromatografi lapis tipis sederhana,dimana gelas kaca berfungsi sebagai wadah tempat pelarut, dan kertas saring yang telah ditotolkan spidol warna akan dimasukkan ke dalam gelas kaca, sehingga gelas kaca ini dapat digunakan sebagai pengganti chamber KLT pada kromatografi lapis tipis sederhana.
XI. Daftar Pustaka
Anonim, 2014, Kromatografi, (https://www.dosenpendidikan.co.id/kromatografi/, di akses pada 28 Februari 2021 Pukul 22.06)
Anonim, 2018, Percobaan Sains Sederhana Pemisahan Warna Tinta dengan Kromatografi, (https://www.amongguru.com/percobaan-sains-sederhana-pemisahan-warna-tinta-dengan-kromatografi/ di akses pada tanggal 27 Februarri 2021 Pukul 21.43)
Anonim,2015, Pemisahan tinta dengan kromatografi kertas|, (http://www.kimia.clas.web.id/2014/12/praktikum-kimia-kromatografi-1_12.html diakses pada tanggal 27 Februarri 2021 Pukul 21.30)
Wulandari, L. (2011). Kromatografi Lapis Tipis.


3 Komentar:
Baiklah saya Nurhayati dengan NIM A1C119077 akan menjawab pertanyaan nomor 3. Dalam kehidupan sehari-hari biasanya metode kromatografi digunakan dalam memisahkan zat warna pada tinta. Selain itu kromatografi biasa digunakan dalam mwnguji urin atlit apakah terdapat obat terlarang atau tidak. Dan juga mwnguji apakah bahan pewarna yang terdapat dalam makanan aman atau idak untuk di konsumsi.
baiklah, saya Desi Anis Satriani dengan NIM A1C119014 akan mencoba menjawab pertanyaan no 1,
pemisahan dengan kromatografi efektif, karena Teknik kromatografi telah berkembang dan digunakan untuk memisahkan berbagai komponen kompleks, baik organik maupun anorganik
keuntungannya adalah Metode pemisahan yang cepat dan mudah, Hanya membutuhkan campuran yang sedikit sekali
Dalam pengerjaanya dapat diulang – ulang, Metode pemisahan yang berbeda dengan metode pemisahan lainnya, Pemakaian cuplikan/sample sangat hemat dan Pemakaian peralatannya sederhana
Baiklah saya dio al kautsar dengan nim a1c119039 akan menjawab pertnyaan nomor 2 yaitu cara kerja pada kromatografi kertas dan KLT yaitu melihat perubhana warna saat di teteskan pada titik yang sudah di beri warna spidol pada spidol warna biru menghasilkan noda berwarna biru muda dan ungu sedangkan spidol warna merah menghasilkan noda berwarna jingga dan kuning pada kertas saring dan juga menghitung jarak dalam proses pemisahan.
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda