Laporan Akhir Praktikum Kimia Organik I Percobaan 1 “Analisa Kualitatif Unsur-Unsur Zat Organik ”
Laporan Akhir Praktikum Kimia Organik I Percobaan 1
“Analisa Kualitatif Unsur-Unsur Zat Organik ”
SINTA MARLIYA
(A1C119002)
REGULER B 2019
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
VII. Data Pengamatan
|
No |
Prosedur Kerja |
Fungsi Alat dan Bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
1. |
Dikeringkan tabung reaksi dan dicampur tembaga (II) oksida, 3 kali berat reaksinya |
1. Tabung reaksi digunakan untuk mereaksikan bahan ketika pemanasan 2. Tembaga (II) Oksida diproduksi dalam skala besar melalui prirometalurgi yang digunakan untuk mengekstraksi tembaga dari bijih |
Mengeringkan tabung reaksi bertujuan supaya alat tersebut steril. |
Tabung reaksi terisi tembaga (II) oksida |
|
2. |
Dipanaskan senyawa tersebut menggunakan Bunsen |
Bunsen untuk memanaskan suatu bahan percobaan |
Supaya memunculkan uap gas |
Gas mengalami evolusi dan mengalir melalui pipa pendistribusian. |
|
3. |
Gas yang timbul dilewatkan melalui pipa dan melewati bola lampu dengan tembaga sulfat anhidrat. Setelah itu dilewatkan kedalam tabung reaksi yang berisi air jeruk nipis |
1. Pipa pengalir gas digunakan untuk mengalirkan suatu gas dari wadah 1 ke wadah yang lain. 2. Tembaga sulfat anhidrat digunakan dalam sintesis organik. Tembaga sulfat anhidrat ini akan mengkatalis transasetilasi pada sintesis organik |
Untuk menunjukan adanya karbon atau tidak pada tabung reaksi yang ke dua (Jeruk Nipis) |
air jeruk nipis berubah warna menjadi keruh seperti air kapur atau susu.
|
VIII. Pembahasan
Zat-zat organik dan unsur-unsur yang menyusunnya memainkan peran penting untuk kelangsungan makhluk hidup. Kereaktifan dan fungsi zat-zat organik dalam kehidupan makhluk hidup ditentukan oleh keragaman unsur penyusunnya. Oleh karena itu identifikasi kandung unsur penyusun suatu senyawa organik dan penentuan kelarutan senyawa organik akan dapat mengungkapkan peran unsur tersebut dalam senyawa yang menyusunya. Selain itu dengan mengetahui unsur-unsur penyusun suatu senyawa akan dapat diestimasi rumus empiris dan rumus molekulnya. Selanjutnya dapat pula diprediksi sifat kelarutan suatu senyawa organik baik dalam pelarut polar maupun non polar. Perbedaan tingkat kelarutan suatu senyawa organik dalam suatu pelarut juga memrediksi kecendrungan senyawa tersebut dapat bereaksi dengan senyawa lain. Dengan mengetahui teknik-teknik analisis unsur penyusun suatu senyawa organik dan mengetahui tingkat kelarutan suatu senyawa organik dalam suatu pelarut anda dapat berinisiatif merancang eksperimen sendiri dan mendapat pengetahuan dan pemahaman baru (https://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/02/22/analisis-kualitatif-senyawa-organik/)
Analisis senyawa organik merupakan langkah pertama untuk menemukan elemen yang ada di dalamnya secara kualitatif. Deteksi berbagai unsur yang ada dalam senyawa organic disebut analisis kualitatif. Pada percobaan ini kami melakukan pengamatan terhadap Analisa Kualitatif Unsur-Unsur Zat Organik yang mana pada percobaan ini menggunakan Tembaga (II) oksida dengan air jeruk nipis
Karbon dan hidrrogen terdapat hampir di semua senyawa organic, dapat dilihat pada prosedur pendeksian karbon dan hydrogen dengan tahapan awalan yaitu mengambil senyawa organic, setelah itu keringkan tabung reaksi dan campur dengan tembaga (II) Oksida 3 kali beratnya, kemudian senyawa kuat dari gas evolve dialirkan melalui tabung. Pada proses Pengiriman berisi bola lampu yang berada ditengah dengan tembaga sulfat anhidrat kemudian dilewatkan menuju air jeruk nipis, jika terdapat karbon maka akan membentuk gas karbon dioksida CO2, gas karbon dioksida akan berubah menjadi air kapur atau berwarna sseperti susu, reaksi yang terrlibat dalam proses ini adalah
C + 2CuO à 2Cu + CO2
Ca(OH)2 + CO2 àCaCO3 + H2O
Pada Percobaan ini Jika hydrogen terdapat dalam senyawa, maka akan terbentuk air atau uap air , uap tersebut ketika melewati CuSO4 Putih dan Hydrous akan berubah menjadi biru dengan membentuk CUSO4 5 H2O reaksi yang terlibat dalam proses ini adalah :
2H + CuO à Cu + H2O
CuSO4 + 5H20 à CuSO4.5H2O
Percobaan ini bertujuan untuk membuktikan ada tidaknya unsur organik khususnya karbon dan hidrogen. Pemanasan dengan menggunakan pemanas bunsen bertujuan agar terjadi reaksi dengan udara (O2) menghasilkan gas karbon dioksida (CO2) dengan air (H2O) dengan bantuan katalis tembaga (II) Oksida. Gas Karbon dioksida ini terbentuk karena pembakaran sempurna. Gas CO2 tersebut akan menuju ke tabung reaksi kedua melalui Pipa pengalir gas dan bereaksi dengan air kapur (CaOH)2 dan terjadinya reaksi kimia sehingga akan terbentuk endapan kalsium karbonat (CaCO3) dan gas hidrogen H2(g).
Kalsium karbonat juga dikenal dengan senyawa kapur ini ditandai dengan adanya endapan berwarna putih keruh. Pada reaksi pertama terbukti adanya gas karbon dioksida sehingga disebut juga dengan senyawa organik karbon, sedangkan pada reaksi kedua yang terjadi reaksi antara gas karbon dioksida dengan kalsium hidroksida (air kapur) menghasilkan endapan kalsium karbonat dan gelembung-gelembung gas hidrogen. Gas hidrogen ini lah terbukti bahwa mengandung senyawa organik hidrogen (H2).
indikator keberhasilan dari identifikasi karbon (C) adalah timbulnya endapan pada dasar tabung reaksi berwarna putih yang menandakan bahwa terbentuknya senyawa CaCO3 karena adanya reaksi antara CO2 dan Ca(OH)2. Indikator keberhasilan identifikasi Hidrogen (H) adalah adanya gas berwarna putih pekat yang timbul pada atas larutaan dalam tabung reaksi. Timbulnya gas tersebut karena adanya gas H2O.
IX. Pertanyaan
1. Senyawa organik apa yang bisa kita pakai dalam penentuan Analisa Kualitatif Unsur-Unsur Zat Organik, kecuali gula dan air jeruk nipis?
2. Apakah pemanasan menggunakan api dengan pemanasan menggunakan penangas dalam percobaan mempengaruhi hasil?
3. Apa kemungkinan yang salah jika percobaan yang dilakukan tidak sesuai? Misalnya pada percobaan analisis karrbon tidak berubah warna menjadi keruh?
X. Kesimpulan
Adapun Kesimpulan dari percobaan ini adalah :
1. Identifikasi struktur senyawa organic dapat dilakukan dengan analisis kualitatif (warna, gas, dan endapan) dengan mereaksikan sampel dengan pelarut tertentu. Kelarutan suatu senyawa ditentukan dari sifat senyawa yaitu polar dan non polar.berdasarkan kaidah “like dissolved like”, senyawa polar akan larut dalam senyawa polar, sedangkan senyawa non polar akan larut dalam senyawa non polar.
2. Pembuktian senyawa organik karbon ditunjukkan dengan, gas karbon dioksida berubah menjadi air kapur seperti susu, reaksi yang terlibat dalam proses ini adalah
C + 2CuO -----à
2Cu + CO2
Ca(OH)2 + CO2 --> CaCO3 + H2O
Pada penentuan senyawa hidrogen dapat ditunjukan dengan membentuk uap H2O
atau uap air. uap air tersebut ketika
melewati CUSO4 anhidrat putih akan berubah warna menjadi biru dengan membentuk CuSO4.5H2O. hal
inilah yang mendandakan hidrogen
terdapat dalam senyawa
3. indikator keberhasilan dari identifikasi karbon (C) adalah timbulnya endapan pada dasar tabung reaksi berwarna putih yang menandakan bahwa terbentuknya senyawa CaCO3 karena adanya reaksi antara CO2 dan Ca(OH)2. Indikator keberhasilan identifikasi Hidrogen (H) adalah adanya gas berwarna putih pekat yang timbul pada atas larutaan dalam tabung reaksi. Timbulnya gas tersebut karena adanya gas H2O.
DAFTAR PUSTAKA
Syamsurizal, 2019, Analisis Kualitatif Senyawa Organik, (https://syamsurizal. staff.unja.ac.id /2019/02/22/analisis-kualitatif-senyawa-organik/ diakses pada 15 Februari 2021 pukul 21.18)
Chang, H. (2004). Inventing temperature: Measurement and scientific progress. Oxford University Press.
Dharmawan, I. B. N. Y., 2018, Identifikasi Senyawa Organik Unknown Dengan Metode Analisis Kualitatif.


4 Komentar:
Assalamualaikum, Perkenalkan saya Teguh Arizki (A1C119008) izin untuk menjawab permasalahan nomor 2.
Pemanasan menggunakan penangas akan memperoleh hasil yang lebih baik, sebab penangas dapat diatur suhunya dan akan dipanaskan dengan suhu yang konstan, selain itu, penangas dapat memanaskan dari segala sisi.
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Assalamualaikum, perkenalkan saya Ike Sonia dengan NIM (A1C119032) akan menjawab permasalahan nomor 3. Kemungkinan yang salah jika percobaan yang dilakukan tidak sesuai adalah kesalahan praktikan dalam melakukan prosedur-prosedur percobaan. Dimana praktikan melakukan prosedurnya tidak sesuai dengan yang seharusnya
baiklah saya dio al kautsar dengan nim a1c119039 akan menjawab pertnyaan nomor 1 Senyawa organik apa yang bisa kita pakai dalam penentuan Analisa Kualitatif Unsur-Unsur Zat Organik, kecuali gula dan air jeruk nipis yaitu pengganti gula fruktosa Erythritol Stevia Xylitol dan pengganti jeruk nipis asam nukleat
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda