Minggu, 21 Februari 2021

Laporan Akhir Praktikum Kimia Organik I Percobaan 1 “Analisa Kualitatif Unsur-Unsur Zat Organik ”

 

Laporan Akhir Praktikum Kimia Organik I Percobaan 1

 “Analisa Kualitatif Unsur-Unsur Zat Organik ”

 






SINTA MARLIYA

(A1C119002)

REGULER B 2019

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021 

 

 

VII.     Data Pengamatan

No

Prosedur Kerja

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

1.

Dikeringkan               tabung reaksi dan dicampur tembaga (II) oksida, 3 kali berat reaksinya

1.      Tabung reaksi digunakan untuk mereaksikan bahan ketika pemanasan

2.      Tembaga (II) Oksida diproduksi dalam skala besar melalui prirometalurgi yang digunakan untuk mengekstraksi tembaga dari bijih

Mengeringkan tabung reaksi bertujuan supaya alat tersebut steril.

Tabung reaksi terisi tembaga (II) oksida

2.

Dipanaskan senyawa tersebut menggunakan Bunsen

Bunsen untuk memanaskan suatu bahan percobaan

Supaya memunculkan uap gas

Gas mengalami evolusi dan mengalir melalui pipa pendistribusian.

3.

Gas yang timbul dilewatkan melalui pipa dan melewati bola lampu dengan tembaga sulfat anhidrat. Setelah itu dilewatkan kedalam tabung reaksi yang berisi air jeruk nipis

1.      Pipa pengalir gas digunakan untuk mengalirkan suatu gas dari wadah 1 ke wadah yang lain.

2.   Tembaga sulfat anhidrat digunakan dalam sintesis organik. Tembaga sulfat anhidrat ini akan mengkatalis transasetilasi pada sintesis organik

Untuk menunjukan adanya karbon atau tidak pada tabung reaksi yang ke dua (Jeruk Nipis)

air jeruk nipis berubah warna menjadi keruh seperti air kapur atau susu.

 

 

VIII. Pembahasan

Zat-zat organik dan unsur-unsur yang menyusunnya memainkan peran penting untuk kelangsungan makhluk hidup. Kereaktifan dan fungsi zat-zat organik dalam kehidupan makhluk hidup ditentukan oleh keragaman unsur penyusunnya. Oleh karena itu identifikasi kandung unsur penyusun suatu senyawa organik dan penentuan kelarutan senyawa organik akan dapat  mengungkapkan peran unsur tersebut dalam senyawa yang menyusunya. Selain itu dengan mengetahui unsur-unsur penyusun suatu senyawa akan dapat diestimasi rumus empiris dan rumus molekulnya. Selanjutnya dapat pula diprediksi sifat kelarutan suatu senyawa organik baik dalam pelarut polar maupun non polar. Perbedaan tingkat kelarutan suatu senyawa  organik dalam suatu pelarut juga memrediksi kecendrungan senyawa tersebut dapat bereaksi dengan senyawa lain. Dengan mengetahui teknik-teknik analisis unsur penyusun suatu senyawa organik dan mengetahui tingkat kelarutan suatu senyawa organik dalam suatu pelarut anda dapat berinisiatif merancang eksperimen sendiri dan mendapat pengetahuan dan pemahaman baru (https://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/02/22/analisis-kualitatif-senyawa-organik/)

Analisis senyawa organik merupakan langkah pertama untuk menemukan elemen yang ada di dalamnya secara kualitatif. Deteksi berbagai unsur yang ada dalam senyawa organic disebut analisis kualitatif. Pada percobaan ini kami melakukan pengamatan terhadap Analisa Kualitatif Unsur-Unsur Zat Organik yang mana pada percobaan ini menggunakan Tembaga (II) oksida dengan air jeruk nipis

Karbon dan hidrrogen terdapat hampir di semua senyawa organic, dapat  dilihat  pada prosedur pendeksian karbon dan hydrogen dengan tahapan awalan yaitu mengambil senyawa organic, setelah itu keringkan tabung reaksi dan campur dengan tembaga (II) Oksida 3 kali beratnya, kemudian senyawa kuat dari gas evolve dialirkan melalui tabung. Pada proses Pengiriman berisi bola lampu yang berada ditengah dengan tembaga sulfat anhidrat kemudian dilewatkan menuju air jeruk nipis, jika terdapat karbon maka akan membentuk gas karbon dioksida CO2, gas karbon dioksida akan  berubah menjadi air kapur atau berwarna sseperti susu, reaksi yang terrlibat dalam proses ini adalah

C + 2CuO à 2Cu + CO2

Ca(OH)2 + CO2 àCaCO3 + H2O

Pada Percobaan ini Jika hydrogen terdapat dalam senyawa, maka akan terbentuk air atau uap air , uap tersebut ketika melewati CuSO4 Putih dan Hydrous akan berubah menjadi biru dengan membentuk CUSO4 5 H2O reaksi yang terlibat dalam proses ini adalah :

2H + CuO à Cu + H2O

CuSO4 + 5H20 à CuSO4.5H2O

Percobaan ini bertujuan untuk membuktikan ada tidaknya unsur organik khususnya karbon dan hidrogen. Pemanasan dengan menggunakan pemanas bunsen bertujuan agar terjadi reaksi  dengan udara (O2) menghasilkan gas karbon dioksida (CO2) dengan air (H2O) dengan bantuan katalis tembaga (II) Oksida. Gas Karbon dioksida ini terbentuk karena pembakaran sempurna. Gas CO2 tersebut akan menuju ke tabung reaksi kedua melalui Pipa pengalir gas dan bereaksi dengan air kapur (CaOH)2 dan terjadinya reaksi kimia sehingga akan terbentuk endapan kalsium karbonat (CaCO3) dan gas hidrogen H2(g).

Kalsium karbonat juga dikenal dengan senyawa kapur ini ditandai dengan adanya endapan berwarna putih keruh. Pada reaksi pertama terbukti adanya gas karbon dioksida sehingga disebut juga dengan senyawa organik karbon, sedangkan pada reaksi kedua yang terjadi  reaksi antara gas karbon dioksida dengan kalsium hidroksida (air kapur) menghasilkan endapan kalsium karbonat dan gelembung-gelembung gas hidrogen. Gas hidrogen ini lah terbukti bahwa mengandung senyawa organik hidrogen (H2). 

indikator keberhasilan dari identifikasi karbon (C) adalah timbulnya endapan pada dasar tabung reaksi berwarna putih yang menandakan bahwa terbentuknya senyawa CaCO3 karena adanya reaksi antara CO2 dan Ca(OH)2. Indikator keberhasilan identifikasi Hidrogen (H) adalah adanya gas berwarna putih pekat yang timbul pada atas larutaan dalam tabung reaksi. Timbulnya gas tersebut karena adanya gas H2O.

IX.       Pertanyaan

1.      Senyawa organik apa yang bisa kita pakai dalam penentuan Analisa Kualitatif Unsur-Unsur Zat Organik, kecuali gula dan air jeruk nipis?

2.      Apakah pemanasan menggunakan api dengan pemanasan menggunakan penangas dalam percobaan mempengaruhi hasil?

3.      Apa kemungkinan yang salah jika percobaan yang dilakukan tidak sesuai? Misalnya pada percobaan analisis karrbon tidak berubah warna menjadi keruh?

 

X.        Kesimpulan

            Adapun Kesimpulan dari percobaan ini adalah :

1.      Identifikasi struktur senyawa organic dapat dilakukan dengan analisis kualitatif (warna, gas, dan endapan) dengan mereaksikan sampel dengan pelarut tertentu. Kelarutan suatu senyawa ditentukan dari sifat senyawa yaitu polar dan non polar.berdasarkan kaidah “like dissolved like”, senyawa polar akan larut dalam senyawa polar, sedangkan senyawa non polar akan larut dalam senyawa non polar.

2.      Pembuktian senyawa organik karbon ditunjukkan dengan, gas karbon dioksida berubah menjadi air kapur seperti susu, reaksi yang terlibat dalam proses ini adalah


C + 2CuO -----à 2Cu + CO2
Ca(OH)2 + CO2 --> CaCO3 + H2O


Pada penentuan senyawa hidrogen dapat ditunjukan dengan membentuk uap H2O atau uap air. uap air tersebut ketika  melewati CUSO4 anhidrat putih akan berubah warna  menjadi biru dengan membentuk CuSO4.5H2O. hal inilah yang mendandakan  hidrogen terdapat dalam senyawa

3.      indikator keberhasilan dari identifikasi karbon (C) adalah timbulnya endapan pada dasar tabung reaksi berwarna putih yang menandakan bahwa terbentuknya senyawa CaCO3 karena adanya reaksi antara CO2 dan Ca(OH)2. Indikator keberhasilan identifikasi Hidrogen (H) adalah adanya gas berwarna putih pekat yang timbul pada atas larutaan dalam tabung reaksi. Timbulnya gas tersebut karena adanya gas H2O.

 

           

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Syamsurizal, 2019, Analisis Kualitatif Senyawa Organik, (https://syamsurizal. staff.unja.ac.id /2019/02/22/analisis-kualitatif-senyawa-organik/ diakses pada 15 Februari 2021 pukul 21.18)

Chang, H. (2004). Inventing temperature: Measurement and scientific progress. Oxford University Press.

 

Dharmawan, I. B. N. Y., 2018, Identifikasi Senyawa Organik Unknown Dengan Metode Analisis Kualitatif.

 

 

4 Komentar:

Pada 21 Februari 2021 pukul 09.18 , Blogger Teguh Arizki mengatakan...

Assalamualaikum, Perkenalkan saya Teguh Arizki (A1C119008) izin untuk menjawab permasalahan nomor 2.
Pemanasan menggunakan penangas akan memperoleh hasil yang lebih baik, sebab penangas dapat diatur suhunya dan akan dipanaskan dengan suhu yang konstan, selain itu, penangas dapat memanaskan dari segala sisi.

 
Pada 21 Februari 2021 pukul 14.56 , Blogger gadisseptyo mengatakan...

Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

 
Pada 28 Februari 2021 pukul 19.24 , Blogger Kenasonia mengatakan...

Assalamualaikum, perkenalkan saya Ike Sonia dengan NIM (A1C119032) akan menjawab permasalahan nomor 3. Kemungkinan yang salah jika percobaan yang dilakukan tidak sesuai adalah kesalahan praktikan dalam melakukan prosedur-prosedur percobaan. Dimana praktikan melakukan prosedurnya tidak sesuai dengan yang seharusnya

 
Pada 23 Mei 2021 pukul 04.41 , Blogger DIO ALKAUTASAR mengatakan...

baiklah saya dio al kautsar dengan nim a1c119039 akan menjawab pertnyaan nomor 1 Senyawa organik apa yang bisa kita pakai dalam penentuan Analisa Kualitatif Unsur-Unsur Zat Organik, kecuali gula dan air jeruk nipis yaitu pengganti gula fruktosa Erythritol Stevia Xylitol dan pengganti jeruk nipis asam nukleat

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda